Kamis, 31 Desember 2015

Ketika Tetesan Darah Begitu Berharga

________________________________________________________________________________
70 Tahun PMI Membersamai Negeri
________________________________________________________________________________
Sejak menjadi blogger, saya lebih sering membuka e-mail. Siapa tahu ada pemberitahuan penting. Misalnya, konfirmasi undangan dari brand terkemuka untuk launcing produk terbarunya di Jogja atau Komunitas Blogger Jogja (KBJ) mengadakan suatu event dan mengundang kami para blogger. Beberapa waktu lalu saya membuka e-mail, saya mendapat undangan dari ICRC (International Committe of the Red Cross) yang berada di Jakarta untuk menghadiri Malam Penganugerahan Kompetisi Blog ICRC 2015, berikut TOR (Term of Reference) acara tersebut pada tanggal 18 Desember 2015.

Singkat cerita, sesampainya di Jakarta, tepatnya di Hotel Ambhara, saya disambut dengan hangat oleh Mas Ahmad Nashrullah (@donnassero), selaku panitia acara tersebut. Saya juga mendapat kesempatan untuk mampir ke markas ICRC yang lokasinya tidak begitu jauh dari Hotel Ambhara. 

Saya beruntung, sebab saya bisa mendapatkan hal-hal luar biasa, termasuk pengalaman dan sahabat baru. Selain itu, saya juga memperoleh goodie bag keren yang di dalamnya berisi flashdisk (bertuliskan lambang ICRC), serta buku-buku tentang kemanusiaan dan hukum humaniter internasional. Buku-buku tersebut diterbitkan atas kerjasama ICRC dan PMI. 
Dokumentasi Pribadi : @ArintaSetia. Buku-buku terbitan ICRC dan PMI
Melalui buku-buku tersebut, saya memperoleh knowledge tentang sejarah berdirinya ICRC dan PMI di Indonesia. Juga bagaimana seharusnya penggunaan lambang Palang Merah dan Bulan Sabit Merah, sesuai dengan aturan yang disepakati dalam konvensi Jenewa. Juga terdapat lambang tambahan selain palang merah dan bulan sabit merah, yakni kristal merah. Setiap negara hanya boleh menggunakan satu lambang saja dan satu kesatuan. Misal nih, kalau di Malaysia namanya Mercy Malaysia (MM), sedangkan di Indonesia ada Palang Merah Indonesia (PMI).
Dokumentasi Pribadi : @ArintaSetia. Sejarah singkat PMI
Tercatat, PMI telah membersamai Indonesia selama 70 tahun. Dari mulai awal berdirinya republik ini hingga kini. Banyak prestasi dan cerita yang telah ditorehkan. Tanggal 17 September lalu, PMI Merayakan kedigdayaannya yang ke-70. Dirgahayu PMI untuk Indonesia. 

Dalam perayaan 70 tahun tersebut, PMI mengadakan pameran dan peluncuran perangko seri 70 tahun PMI. Saya pikir cara tersebut layak diapresiasi. Di era android ini, teknologi telah mengambil alih dan mereduksi cara-cara komunikasi konvensional seperti bersurat menggunakan perangko. Saya khawatir, jangan-jangan kaum muda kekinian tidak tahu perangko itu fungsinya untuk apa? Apalagi istilah filateli! Tahunya kok cuma selfie.

Dalam perhelatan yang berlangsung di Museum Nasional (Jakarta) tersebut, PMI bekerjasama dengan PT Pos Indonesia meluncurkan 2 desain perangko, Dua desain tersebut berupa gambar markas PMI tempo dulu dan gambar ketua umum PMI pertama, Muhammad Hatta. Perhelatan yang berlangsung selama 7 hari, mulai tanggal 10 hingga 17 September ini juga dihadiri oleh wakil presiden Jusuf Kalla.

Kegiatan PMI pun tak melulu berkaitan dengan donor darah. Karena PMI adalah organisasi yang bergerak di bidang kemanusiaan, maka program kerjanya beragam. Mulai dari kampanye peduli AIDS, operasi tanggap darurat saat bencana kabut asap, distribusi air bersih, pelayanan kesehatan saat arus mudik, dapur umum dan evakuasi korban banjir dan masih banyak lagi. Daftarnya akan semakin panjang jika saya sebut satu per satu. Terkadang PMI juga menyelenggarakan event yang dikemas dalam bentuk talkshow, seminar, konser, dan sebagainya untuk sosialisasi program-programnya di bidang pelayanan kemanusiaan. Bahkan PMI menciptakan aplikasi pengetahuan Siaga Bencana dengan sistem android. Jika kamu tertarik, kamu bisa mengunduhnya di Play Store.
_______________________________________________________________________________
KSR PMI UNY : Dari Yogyakarta Untuk Indonesia
_______________________________________________________________________________
"Mbak Arinta, KSR lagi ngadain donor darah lho. Ikutan yuk." Demikian Minanti Arum yang kerap disapa dengan panggilan Arum mengajak saya untuk ikut aksi donor darah. Aksi donor darah ini berlokasi di Student Center (SC) UNY.

Ini bukan pertama kalinya. Sudah beberapa kali Arum mengajak saya untuk ikut aksi donor darah. Arum adalah rekan sekamar saya di kos. Mahasiswi angkatan 2013 yang berkuliah di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan mengambil konsentrasi di jurusan pendidikan teknik sipil tersebut adalah seorang aktivis di organisasi KSR PMI UNY. Oh, mungkin kamu akan bertanya-tanya. Apa itu KSR? KSR singkatan dari Korps Suka Rela. Sebuah organisasi yang merupakan bagian dari kesatuan unit PMI dan mewadahi minat mahasiwa perguruan tinggi di bidang volunterisme dan aksi sosial kemanusiaan.

Selain diklat dan pelatihan, kegiatan KSR PMI UNY cukup banyak, di antaranya adalah aksi penggalangan dana saat Merapi dan Kelud meletus serta bencana asap di Sumatra dan Kalimantan. Baru-baru ini, organisasi tersebut mengadakan event Siganapraja, aksi Give Blood Give Life, dan talkshow "Relawan Dalam Pendidikan. Siganapraja (Siaga Bencana Palang Merah Remaja) adalah kompetisi yang diperuntukkan untuk PMR (Palang Merah Remaja) wira dan madya di mana pesertanya adalah tim-tim dari SMP dan SMA atau sederajat . Dalam kompetisi tersebut adalah 4 kategori lomba yakni, lomba pertolongan pertama, lomba cerdas cermat, siaga bencana, gerakan 3R (Reduce, Reuse, Recycle).
Talkshow "Relawan dalam Pendidikan" 2015  di Gedung Hall Rektorat UNY 
Talkshow "Relawan dalam Pendidikan" menghadirkan pembicara utama H. Muhammad Muas, S.H. Beliau merupakan ketua bidang relawan PMI Pusat. Acara tersebut sangat menarik dan cukup banyak merebut perhatian peserta yang hadir. Hal itu bisa dilihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan peserta saat berlangsungnya sesi tanya jawab. Sebagai tambahan, ada aksi dan kampanye Give Blood Give Live yang bekerjasama dengan PMI Sleman.
***
Darah. Zat cair kental berwarna merah yang komponen utamanya terdiri dari cairan plasma, sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit) dan butir-butir darah (trombosit) merupakan elemen vital yang sangat penting bagi kehidupan vertebrata (makhluk bertulang belakang). Tak terkecuali manusia. Kekurangan salah satu komponen utamanya bisa berakibat fatal. Apalagi kehilangan berliter-liter sel darah. Seseorang yang menderita leukimia, berarti dia bermasalah dengan sel darah putihnya (leukosit). Begitupun dengan penderita anemia, berarti dia bermasalah dengan sel darah merahnya.

Bicara soal darah, saya jadi teringat kisah seorang sahabat bernama Winarni. Apa yang dia alami sungguh menyentuh hati saya. Membuat saya memahami, betapa betapa berarti darah bagi kehidupan seseorang.
_______________________________________________________________________________
Blood For Win
_______________________________________________________________________________
Namanya Winarni, Kerap disapa Win. Kami pernah bersama selama setahun di kelas X.1 SMAN 1 Wiradesa (2008-2009). Dulu, saya begitu pendiam dan tertutup (introvert). kebalikan dengan Win yang  hangat, supel, dan mudah bersahabat. Terkadang saya ingin seperti Win. Saya cukup mengagumi dirinya. Menginjak kelas XI, Win ditunjuk sebagai ketua Klub KIR (karya Ilmiah Remaja). Di bidang akademik, Win berhasil menorehkan prestasi dalam suatu kompetisi esai ilmiah tingkat karesidenan Pekalongan sebagai juara 1. Keren bukan?

Sudah cukup lama saya tidak bersua dengan Win. Setelah lulus sekolah tahun 2011, saya melanjutkan studi di Universitas Negeri Yogyakarta dan mengambil konsentrasi bidang akuntansi, sedangkan Win memilih bekerja selama 2 tahun di sebuah perusahaan farmasi di Kota Bandung. Baru menginjak tahun 2013, Win memutuskan untuk kuliah di Universitas Jenderal Ahmad Yani dan mengambil konsentrasi di bidang elektro.
***

Suatu ketika Win bercerita pada saya, betapa Win pernah hampir melekat dengan ajal. Mencium tajam aroma kematian.

Peristiwa itu terjadi di tahun 2006, di mana saat itu Win dirawat di RSUD Kraton Pekalongan karena menderita tipus dan demam berdarah. Suhu tubuhnya sangat tinggi. Kondisinya cukup mengkhawatirkan. Bahkan kadar trombosit turun drastis hingga mencapai 50.000 sel/mm3. Perlu diketahui bahwa kadar normal trombosit untuk orang dewasa adalah 150.000-400.000 sel/mm3, sedangkan untuk anak-anak antara 150.000-450.000/mm3.  Jelas sekali, ini sangat berbahaya bagi Win.

Belum lagi golongan darah Win adalah AB. Di antara 4 golongan darah yang ada (A, B, O, dan AB), golongan darah AB adalah golongan dengan persentase paling sedikit di dunia. Seperti dilansir antaranews.com, pemilik golongan darah ini populasinya tidak lebih dari 7%. Berdasarkan hasil riset, dari 100 orang hanya 2 orang saja yang memiliki golongan darah AB (sumber pmi.or.id). Maka dari itu, di beberapa daerah seperti Yogyakarta ada komunitas khusus yang diperuntukkan bagi mereka yang bergolongan darah AB. Setidaknya, keberadaan komunitas ini membantu memudahkan ketika ada seseorang membutuhkan donor dan transfusi darah.
Kembali ke Win.

Dokter menyarankan Win untuk melakukan transfusi darah. Namun sayang, stock darah AB di rumah sakit dan bank darah PMI Pekalongan saat itu sedang kosong. Dari pihak keluarga tidak ada yang cocok untuk dijadikan pendonor. Bahkan orang tua Win sekalipun!

Win sempat bertanya kepada sang dokter apakah bisa golongan darah AB menerima transfusi dari semua golongan darah. Mengingat seperti yang ada di dalam teks-teks buku pelajaran SD dan SMP yang pernah Win baca, bahwasanya golongan darah AB merupakan resipien universal. Itu artinya golongan darah AB bisa menerima transfusi dari semua golongan darah yang ada. Bukankah secara teori demikian? Namun, dokter tidak bersedia melakukan transfusi. Dokter tidak mau mengambil risiko jika tubuh Win melakukan aksi penolakan akibat ketidakcocokan golongan darah. Dalam dunia medis, transfusi dengan golongan darah yang berbeda tidak diperbolehkan. Jangankan beda golongan darah, satu golongan darah tetapi beda rhesus saja tidak diperkenankan.Win geram, mengapa tulisan demikian masih terdapat dalam teks-teks buku pelajaran. Benar-benar menyesatkan!

Win sudah pasrah. Win sadar konsekuensi. Win tahu bahwa dirinya tak akan bertahan lama di dunia ini. Apa yang Win lakukan kala itu? Selain berdoa, Win mengirimkan sms satu per satu kepada teman-temannya. Win meminta maaf jika ada kata ataupun laku yang kurang berkenan.

Win hampir menyerah di detik-detik terakhir hidupnya. Hingga kabar baik itu akhirnya datang juga. Ada seorang pendonor yang bersedia memberikan darahnya untuk transfusi. Namun, hal itu tidaklah gratis. Sang pendonor meminta harga 3 kali lipat dari harga darah standar. Sesungguhnya hal ini sangat memberatkan keluarga Win yang hidupnya saja sudah sangat sederhana. Tapi, mau gimana lagi? Akhirnya, agar tetes demi tetes darah tersebut mengalir ke tubuh Win, keluarga Win rela menebusnya. Berapapun harga yang dibayar.
________________________________________________________________________________
Berikan Donasi Terbaikmu
________________________________________________________________________________
Maaf jika cerita ini telah membuat sedih. Tapi ini nyata. Ini terjadi pada sahabat saya Win. Saya berharap kamu tidak mengalami seperti apa yang Win alami. Pun pada keluarga dan juga sahabatmu. Maka dari itu saya mengajak kamu dalam aksi Ayo Peduli Bantu Sesama dalam rangka Bulan Dana PMI.

Donasi yang kamu berikan tidak hanya dalam wujud donor darah, bisa juga uang. Berikan donasi terbaikmu. Saya berharap donasimu bermanfaat bagi orang lain yang membutuhkan. Kamu bisa melakukannya melalui bank-bank berikut ini :

  • Bank BCA Kantor Cabang Utama Thamrin Nomor Rekening : 206-38-1794-5 atas nama PMI DKI JAKARTA Panitia Bulan Dana PMI Provinsi DKI Jakarta.
  • Bank MANDIRI Kantor Cabang Kramat Raya Nomor Rekening : 123-00-17091945 atas nama PMI DKI JAKARTA Panitia Bulan Dana PMI Provinsi DKI Jakarta.
  • Bank DKI kantor Cabang Utama Juanda Nomor Rekening : 101-03-17094-7 atas nama PMI DKI JAKARTA Panitia Bulan Dana PMI Provinsi DKI Jakarta. 

28 komentar:

  1. turut prihatin dg kejadian yg dialami Win mbk,
    iya, pmi skrg jangkauannya lebih luas, gk hanya soal darah aja ya mbk, sukses trs bwt pmi dan mari kita semarakkan bulan dana pmi :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mari semarakkan!!!
      Makasih Mbak Inda Chakim telah mampir di blog saya :D
      Sukses juga buat PMI, khususnya PMI DkI jakarta.

      Hapus
  2. Keterlaluan ya mba kalo pendonor meminta harga 3 kali lipat dari harga darah standar. smoga bisa dijadikan pelajaran buat kita

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yah, sebenarna tulisan ini dibuat sebagai bahan renungan. Makasih Zalfaa :D

      Hapus
  3. Darah tak seharusnya diperjualbelikan. Semoga yg menimpa Winarni tak menimpa orang lain berkat PMI. Aku dulu jg punya teman bernama Winarni dr Kajen. Kelihatannya nama yg byk digunakan di Pekalongan.

    BalasHapus
  4. Amin. Semoga Winarni diberi kesehatan. Wah nama Winarni banyak ya kayaknya dari Pekalongan?Hehe. Makasih Mbak Lusi telah berkunjung ke blog ini :D

    BalasHapus
  5. sangat menyentuh .. smoga mbak Win diberi kekuatan dan Allah berikan pertolongan, kesembuhan, tanpa meninggalkan penyakit lainnya. insya Allah.

    SUngguh mulia org yg menyumbangkan darahnya, menyelamatkan nyawa.
    PMI salute dg sosialisasinya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin. Banyak doa untukmu Win. :)
      Semoga kasih Allah tercurah untuk Win dan orang yang mendoakannya.
      Makasih Mak Mysweet Ladyluck sudah mampir di blog saya :D

      Hapus
  6. Saya memiliki golongan darah AB, mbak..tapi gak berani donor :(

    ehm, dulu waktu sekolah pernah diledekin punya gol.AB itu pelit, karena mau menerima (dari semua gol. darah) saja tapi kalo donor cuma bisa ke sesama AB, oh ternyata di dunia kedokteran justru gak boleh yaa kayak gitu :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak Aireni. Itu cuma teori saja. Klo mau mendonorkan darahnya sebaiknya harus sama goldar dan juga rhesusnya. Biar tubuh gak buat aksi penolakan akibat ketidakcocokan golongan darah :D

      Hapus
  7. Golongan darah ku 0 mba, nol.. Tensi rendah dan suka anemia, aku sih gak pernah donor darah tapi bantu dana PMI gitu lumayan sering makk.. Btw good luck lomba nya :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Donasi gak musti dengan donor darah. Bisa kok dengan yang lain misalkan uaang. Amin. Makasih Mbak Asti telah mampir :D

      Hapus
  8. semoga makin eksis dan menjangkau semua pelosok di Indonesia ya PMI ini. dan semoga tidak ada Win lagi yang semacam ini. Kasihan, dimanfaatkan oleh orang yang hanya mikirkan uang semata

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aminnnn. Makasih Mas Sandi Iswahyudi :)

      Hapus
  9. Teks seperti itu menurut saya tdk menyesatkan, harusnya ada catatan lebih dr sekedar dapat menerima.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe itu bahasa hiperbolis Mas. Biar kentara emosinya. Yapi emang bener sih klo pengetahuan tentang transfusi darah harus jelas dan ada keterangannya. Setuju banget :)

      Hapus
  10. golongan darahku juga AB..yup we are limited one. tp baru tahu klo ada komunitas khususnya..kudu ikutan kayaknya.
    tp aku selalu tdk eligible buat ngedonor darah nih.
    bantu dlm bentuk lain aja yaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Goldar AB emang limited edition. Ada kriterianya orang yg boleh mendonorkan darah.
      Yupss gak papa kok klo donasi dalam hal lain. Barakallah :D

      Hapus
  11. kadang saya suka takjub dengan dunia medis. Bagaimana darah kita bisa mengalir di tubuh orang lain melalui selang2 dan menyelamatkan nyawa mereka...mudah-mudahan walau saya blm pernah donor darah semakin banyak orang yg berdonor dengan info ini :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin. Iya Mak Kania, mari sukseskan bulan darah PMI!!!

      Hapus
  12. Golongan darah saya 0 mba, belum pernah donor darah soalnya takut kalo harus donor darah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Awalnya juga saya takut. Tapi setelah selesai biasa aja. :D

      Hapus
  13. Ya Allah, ada juga yang memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan kayak yg dialami Mbak Win. Sy yakin meski ga diminta pun, keluarga Mbak Win pasti bakal membalas jasa orang yg bersedia donor darah itu demi nyawa Mbak Win. Tapi kalo udah kayak gt, udah kayak jual beli ya akadnya. Selesai urusan, ya selesai. Eh, malah nglantur komennya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe Gak Papa Mak Vhoy. Hanya berbagi cerita saja. Semoga kita tidak menjadi orang yg demikian :)

      Hapus
  14. Oo..berarti klo darah ab teorinya bisa di donori golongan apa aja..teori tok ya mbak. Prakteknya tetep dokter ndak berani. Btw, kok mbak win nggak ngambil dari keluarga ya mbak... Biasa sering ada yang gol nya sama. Untung aku B mbak, jadi nggak gitu sulit. Tapi 2 kali sc...trtolong juga dng keberadaan pmi..krn sebelum operasi, prosedur mesti nyialin 2 kntong darah dl

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gak ada yang cocok Bunda. Bahkan di keluarganya sekalipun. Alhamdulilah ya ada PMI :)

      Hapus
  15. Donor kelihatanya ngeri, tapi kalau sudah dijalani ya begitu rasanya, cuma bayangan kita yang terlalu berlebihan dan horor, padahal kenyataannya tidak seperti itu, mari donor yang belum donor :)

    BalasHapus
  16. Kisah Win... :( Untuk berapapun biaya darah, bagiku selama itu bisa dicover pembayarannya, harga berapapun tidak masalah. Gunakan asuransi. Dan jika tergerak hatinya bantulah dengan donasi. :)

    BalasHapus