Senin, 11 November 2019

Capsule Bus Koja Trans : Bus Berbasis Aplikasi Sebagai Transportasi Publik Modern Berteknologi Tinggi di Kota Jambi

Ketika saya berada di kawasan wisata Malioboro, seseorang menawarkan jasa sewa sepeda daring, Jogja Bike. Wah! Boleh nih dicoba. Dari Tugu Pal Putih hingga Titik Nol Kilometer, rasanya sangat melelahkan jika berjalanan kaki. Apalagi saya ingin mendokumentasikan Sumbu Filosofi Jogja yang memanjang mulai dari Tugu Pal Putih, Titik Nol Kilometer, Keraton Yogyakarta, Alun-alun Utara dan Selatan, serta Panggung Krapyak. Saya juga ingin menjelajah Taman Budaya, Kampung Pecinan Ketandan, Pasar Beringharjo, pokoknya banyak deh. Kawasan Malioboro yang dulu tidak teratur karena adanya parkir motor, kini berubah menjadi tempat wisata yang nyaman bagi traveler. Ada jasa sewa sepeda daring berbasis aplikasi (sharing bike) pula!

Di Singapura, sharing bike semacam ini sudah ada dan cukup populer di sana. Bergowes ria menjelajah Singapura yang wilayahnya tidak terlalu luas, rasanya pasti menyenangkan. Di Singapura harga kendaraan seperti mobil dan motor terbilang mahal, begitu pun ongkos parkirnya. Sharing bike menjadi moda transportasi pilihan, sebab harganya terjangkau, tidak perlu menggunakan bahan bakar, dan tentunya lebih ramah lingkungan. 

Lanjut ke Jogja Bike ya. Sebelum saya menyewa sepeda Jogja Bike ini, saya kudu menginstall aplikasi Jogja Bike terlebih dahulu. Kemudian isi saldo dan  Scan QR Code yang ada. Harga sewa per jam hanya lima ribu rupiah.
Sepeda Jogja Bike dan Tampilan Map Aplikasi Jogja Bike. Dokumentasi Pribadi
Era digital mengubah segalanya. Di era digital 4.0 ini, kita bisa memesan pesawat, kereta api, ojek, travel, taksi, dan moda transportasi apapun hanya dengan sentuhan jari. Sepuluh tahun lalu, kalau mau pesan tiket kereta ya harus ke stasiun. Mau pesan tiket pesawat, kita kudu ke bandara atau lewat jasa travel agen. Kini kita hanya perlu aplikasi, gawai, dan jaringan internet untuk melakukan pemesanan. Segalnya menjadi lebih mudah, praktis, efisien waktu dan jarak. Moda transportasi publik kereta api bahkan sudah memiliki aplikasi KAI Access. Transportasi ojek daring karya anak bangsa Gojek, kini menjadi pilihan favorit generasi milenial. 

Berdasarkan riset yang dilakukan Alvara Research Center, generasi milenial memiliki preferensi dan kecenderungan untuk memakai jasa transportasi daring. Di kategori transportasi berbasis aplikasi, Gojek ternyata mendapat perolehan tertinggi jika dibandingkan pesaingnya, yakni dengan persentasenya sebesar 70,45%. Ada beberapa alasan kenapa konsumen milenial memilih Gojek. Hal ini terkait dengan aksesibilitas, kecepatan, dan faktor harga. Gojek menghadirkan pundi-pundi ekonomi baru bagi lebih dari juta mitranya (driver). Di Google Play, aplikasi Gojek telah diunduh oleh lebih dari 50 juta pengguna. 

Moda transportasi umum kereta api menjadi pilihan yang paling banyak diburu menjelang lebaran, natal, dan tahun baru. Kerapkali calon penumpang kehabisan tiket kereta menjelang hari-hari tersebut. Menurut data kementerian Perhubungan, jumlah penumpang periode 2018 mencapai 413,4 juta penumpang untuk kereta api lintas Jawa dan 8,9 juta penumpang untuk kereta api lintas Sumatera. Untuk mempermudah perpesanan tiket kereta api daring, PT KAI membuat aplikasi KAI Access. Aplikasi ini diluncurkan pada tahun 2014. Jumlah penggunanya selalu bertambah setiap tahun. Hingga tahun 2019, aplikasi KAI Acces di Google Play sudah diunduh lebih dari 5 juta pengguna. Saya salah satu pengguna aplikasi KAI Access. Sekali lagi, efisiensi dan kemudahan menjadi alasan kenapa orang memilih memesan tiket via aplikasi dibandingkan datang ke agen atau stasiun. Di Aplikasi kita bisa mengetahui jam-jam keberangkatan, tarif, pilihan kelas, ketersediaan tiket, dan lain sebagainya. 

Mari kita berpindah ke jalur udara. Pada tahun 2018, Daily Social bekerjasama dengan Jakpat Mobile Survey melakukan riset berjudul "Airlines Ticketing 2018 : Direct Booking Vs OTA." Hasil riset tersebut menunjukan preferensi dan kecenderungan orang memilih memesan tiket pesawat menggunakan aplikasi ketimbang beli via website yang disediakan maskapai. Di aplikasi yang disediakan OTA (Online Travel Agent) terkadang memberikan promo-promo, diskon menarik, dan harga tiket jauh lebih murah. Masih di tahun yang sama, jumlah penumpang pada penerbangan domestik mencapai 31,5 juta jiwa. Sebagian besar dari penumpang tersebut memesan tiket melalui aplikasi daring. 

Selain jalur darat dan udara, moda transportasi penyeberangan antar pulau lewat jalur laut masih menjadi pilihan. Baru-baru ini, Pelni sebagai perusahaan nasional yang menyediakan jasa penyeberangan via kapal laut meluncurkan aplikasi "Nyebrang Yuk." Perlu diketahui pemirsa, "Nyebrang Yuk" adalah aplikasi penyeberangan antarpulau (via jalur laut) perdana di Indonesia. Wah Mantap! 

Untuk mendukung kemajuan transportasi tersebut, diperlukan infrastruktur dan pembangunan prasarana transportasi memadai yang meliputi jembatan, jalan raya, rel kereta api, pelabuhan, bandara, terminal, dan sebagainya. Lantas bagaimana capaian pembangunan sarana transportasi tersebut. Ada baiknya kita tilik bersama pada infografis berikut, 
Pembangunan infrastruktur dan penyediaan prasarana transportasi yang memadai berdampak pada banyak sektor, termasuk ekonomi dan pariwisata. Kita ambil contoh saja. Di Yogyakarta sudah ada Bandara Adisucipto, tetapi pemerintah membangun bandara baru bernama Yogyakarta Internasional Airport (YIA). Bandara baru ini lebih luas dan memiliki kapasitas lebih baik dibandingkan Bandara Adisucipto. Bandara seluas 195 ribu meter persegi tersebut mampu menampung 14 juta penumpang setiap tahunnya. Lantas, kenapa Bandara? Kita tahu bahwa Yogyakarta merupakan kota budaya sekaligus destinasi andalan para wisatawan. Salah satu gerbang masuk Yogyakarta ya melalui bandara, apalagi untuk rute penerbangan internasional. Penambahan bandara baru YIA diharapkan mampu membuka keran ekonomi dan mengoptimalkan sektor pariwisata.

Demikianlah sedikit gambaran mengenai perkembangan transportasi di Indonesia berikut penguatan infrastruktur pendukungnya dalam kurun 5 tahun terakhir.

Seperti sudah dipaparkan di awal, seirama dengan era industri 4.0, sudah banyak penyedia jasa layanan transportasi yang go digital. Memasuki fase yang sama, beberapa kota di Indonesia sudah mengusung konsep smart city. Bahkan sharing bike via Aplikasi Jogja Bike dibuat sebagai komitmen pemerintah daerah mewujudkan Yogyakarta sebagai smart city. Integrasi smart city dan digitalisasi di bidang transportasi menjadi sebuah keniscayaan.

Mengikuti jejak yang sama, Pemerintah Kota Jambi pada tanggal 28 Oktober kemarin meluncurkan Capsul Bus Koja Trans, bus berbasis aplikasi pertama di Indonesia. Kehadiran Capsul Bus ini menjadi inovasi transportasi publik yang nyaman, kekinian, modern, berteknologi tinggi, dan tentunya mendukung Jambi sebagai salah satu kota pintar di Indonesia. 

Apakah kamu penasaran dengan moda transportasi satu ini?
Saat grand launching, kepada awak media walikota Jambi Syarif Fasha menuturkan moda transportasi Capsul Bus Koja Trans ini menjawab kegelisahannya selama 5 tahun belakangan, apalagi kalau bukan kemacetan. Dengan hadirnya transportasi publik yang harganya terjangkau dan sudah go digital diharapkan masyarakat bisa menjadikannya sebagai pilihan bertransportasi dan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi. Dampaknya adalah mengurangi angka kemacetan. Syarif Fasha menambahkan, Capsul Bus Koja Trans menjadi sebuah momentum inovasi transportasi publik modern nan kekinian di Kota Jambi.

Kini, terdapat 28 unit Koja Trans yang sudah mengaspal. Dari 28 moda transportasi tersebut, 25 unit merupakan Capsul Bus, 2 unit merupakan Capsul Care (dirancang khusus untuk penyandang disabilitas), sisanya Capsule Ambulance (dirancang untuk keperluan gawat darurat medis). Menjelang akhir tahun, jumlah unit akan terus bertambah (kemungkinan 60 unit). Tahun depan akan ada penambahan lagi sebanyak 150 hingga 200 unit.

Sistem pembayaran Capsul Bus sudah cashless ya gengs. Kamu tinggal membawa uang elektronik dalam bentuk kartu Flazz BCA. Untuk mendapatkan kartu ini kamu bisa datang ke Indomaret, Alfamat, Bank BCA, atau booth Koja Trans di Tugu Keris Siganjai.  Anyway, berapa harga tiketnya? Selama bulan November ini gengs, kamu cukup membayar Rp 1 saja. Setelah Bulan November berakhir, mengenai tarif tentunya akan disesuaikan. Yang pasti harganya enggak bikin kantong kamu jebol. Murah, aman, nyaman, demikian tagline yang disematkan pada aplikasi Capsul Bus Koja Trans.
Ayo Naik Bus Koja Trans. Murah, Aman, Nyaman. Dokumentasi Alfan Faishal
Capsul Bus Koja Trans. Dokumentasi Dinas Perhubungan Jambi
Interior Capsul Bus Koja Trans. Dokumentasi Dinas Perhubungan Jambi
Bagaimana cara mengakses Capsul Bus Koja Trans? Langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah install aplikasi "Capsul  Bus" yang terdapat di Google Play. Klik daftar, isi data pribadi seperti alamat email dan nomor handphone yang bisa dihubungi. Setelah mendaftar kamu akan mendapatkan kode verifikasi 4 digit yang dikirim via SMS ke nomor handphone yang kamu daftarkan. Beres deh. Kamu tinggal memesan bus seperti halnya kamu memesan ojek daring. Bus akan segera menjemput kamu di lokasi sesuai peta daring. Pastikan pula lokasimu mudah dijangkau oleh Capsul Bus.

Ketika bus sudah tiba di lokasi,kamu tinggal tap kartu Flazz BCA pada mesin validator yang terletak di dekat pintu. Pintu otomatis akan terbuka dan saldomu otomatis juga terpotong. Satu kartu Flazz BCA bisa buat banyak orang ya gengs, bukan satu jenis kartu untuk satu orang. Jadi dengan kartu ini kamu bisa mengajak teman-temanmu mengunjungi tempat wisata ngehits di Jambi menggunakan Capsul Bus Koja Trans.

Berikut user interface aplikasi "Capsul Bus."
Faktor keamanan menjadi hal yang sangat krusial, jangan sampai deh kamu naik bus yang ugal-ugalan di tengah jalan. Bukan keselamatan yang kamu dapat, kesembronoan sang driver bahkan bisa membuat bus dalam bahaya. Maka dari itu, pemilihan driver Capsul Bus sangatlah ketat. Dalam proses rekruitmen, PT Multi Inti Digital Transportation melakukan serangkaian tes terhadap calon driver. Test kesehatan adalah salah satu di antaranya. Adanya test kesehatan menjamin sang pengemudi bebas dari penyalahgunaan obat-obatan terlarang (narkoba). Badan Narkotika Nasional (BNN) dilibatkan untuk memastikan bahwa calon driver negatif narkoba.

Fasilitas keamanan lain Capsul Bus Koja Trans yakni kamera CCTV dan GPS yang diawasi langsung oleh monitoring center sehingga meminimalisasi tindak kriminal seperti pencopetan atau pelecehan di dalam bus. Selain itu, terdapat bus cadangan yang akan dikirim jika bus yang sedang dikendarai mengalami kendala di tengah perjalanan.
Transportasi Unggul, Indonesia Maju. Dokumentasi Danang Noprianto
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam Konferensi Hari Perhubungan Nasional 2019 menuturkan bahwasanya transportasi mampu merajut nusantara, membangun bangsa hingga ke pelosok tanah air. Pembangunan infrastruktur dan transportasi tidak lagi bersifat Jawa sentris, tetapi Indonesia sentris. Kita bisa lihat bahwa pembangunan tidak hanya berfokus di Jawa saja, tetapi juga sampai di daerah berkategori 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal). Pembangunan untuk semua, bukan hanya melayani masyarakat kota dan pusat bisnis saja, tetapi juga masyarakat di perdesaaan dan daerah terpencil. Sebagai pungkasan, Menhub Budi Karya menyampaikan bahwa transportasi yang unggul adalah kunci menuju Indonesia maju. Transportasi menjalin konektivitas. Transportasi selalu hadir di tengah masyarakat. Transportasi yang unggul mendorong efisiensi dan meningkatkan produktivitas.

Untuk mengetahui perkembangan dan informasi lebih lanjut mengenai kemajuan transportasi Indonesia silakan kulik situs Kementerian Perhubungan di link berikut http://dephub.go.id/.

Semoga inspirasi Jambi dalam membangun solusi transportasi publik modern berbasis aplikasi menular ke pelosok negeri. Gaungnya menggema ke Jawa, Sumatera, Kalimantan, Papua, dan daerah-daerah lain. Bersama kita dukung transportasi unggul, menuju Indonesia maju!

Media Sosial Kementerian Perhubungan 
Facebook Kementerian Perhubungan : https://www.facebook.com/kemenhub151
Instagram Kementerian Perhubungan : https://www.instagram.com/kemenhub151
Twitter kementerian Perhubungan : https://twitter.com/kemenhub151
Youtube Kementerian Perhubungan : https://www.youtube.com/kemenhub151