Kamis, 31 Desember 2015

Ketika Tetesan Darah Begitu Berharga

________________________________________________________________________________
70 Tahun PMI Membersamai Negeri
________________________________________________________________________________
Sejak menjadi blogger, saya lebih sering membuka e-mail. Siapa tahu ada pemberitahuan penting. Misalnya, konfirmasi undangan dari brand terkemuka untuk launcing produk terbarunya di Jogja atau Komunitas Blogger Jogja (KBJ) mengadakan suatu event dan mengundang kami para blogger. Beberapa waktu lalu saya membuka e-mail, saya mendapat undangan dari ICRC (International Committe of the Red Cross) yang berada di Jakarta untuk menghadiri Malam Penganugerahan Kompetisi Blog ICRC 2015, berikut TOR (Term of Reference) acara tersebut pada tanggal 18 Desember 2015.

Singkat cerita, sesampainya di Jakarta, tepatnya di Hotel Ambhara, saya disambut dengan hangat oleh Mas Ahmad Nashrullah (@donnassero), selaku panitia acara tersebut. Saya juga mendapat kesempatan untuk mampir ke markas ICRC yang lokasinya tidak begitu jauh dari Hotel Ambhara. 

Saya beruntung, sebab saya bisa mendapatkan hal-hal luar biasa, termasuk pengalaman dan sahabat baru. Selain itu, saya juga memperoleh goodie bag keren yang di dalamnya berisi flashdisk (bertuliskan lambang ICRC), serta buku-buku tentang kemanusiaan dan hukum humaniter internasional. Buku-buku tersebut diterbitkan atas kerjasama ICRC dan PMI. 
Dokumentasi Pribadi : @ArintaSetia. Buku-buku terbitan ICRC dan PMI
Melalui buku-buku tersebut, saya memperoleh knowledge tentang sejarah berdirinya ICRC dan PMI di Indonesia. Juga bagaimana seharusnya penggunaan lambang Palang Merah dan Bulan Sabit Merah, sesuai dengan aturan yang disepakati dalam konvensi Jenewa. Juga terdapat lambang tambahan selain palang merah dan bulan sabit merah, yakni kristal merah. Setiap negara hanya boleh menggunakan satu lambang saja dan satu kesatuan. Misal nih, kalau di Malaysia namanya Mercy Malaysia (MM), sedangkan di Indonesia ada Palang Merah Indonesia (PMI).
Dokumentasi Pribadi : @ArintaSetia. Sejarah singkat PMI
Tercatat, PMI telah membersamai Indonesia selama 70 tahun. Dari mulai awal berdirinya republik ini hingga kini. Banyak prestasi dan cerita yang telah ditorehkan. Tanggal 17 September lalu, PMI Merayakan kedigdayaannya yang ke-70. Dirgahayu PMI untuk Indonesia. 

Dalam perayaan 70 tahun tersebut, PMI mengadakan pameran dan peluncuran perangko seri 70 tahun PMI. Saya pikir cara tersebut layak diapresiasi. Di era android ini, teknologi telah mengambil alih dan mereduksi cara-cara komunikasi konvensional seperti bersurat menggunakan perangko. Saya khawatir, jangan-jangan kaum muda kekinian tidak tahu perangko itu fungsinya untuk apa? Apalagi istilah filateli! Tahunya kok cuma selfie.

Dalam perhelatan yang berlangsung di Museum Nasional (Jakarta) tersebut, PMI bekerjasama dengan PT Pos Indonesia meluncurkan 2 desain perangko, Dua desain tersebut berupa gambar markas PMI tempo dulu dan gambar ketua umum PMI pertama, Muhammad Hatta. Perhelatan yang berlangsung selama 7 hari, mulai tanggal 10 hingga 17 September ini juga dihadiri oleh wakil presiden Jusuf Kalla.

Kegiatan PMI pun tak melulu berkaitan dengan donor darah. Karena PMI adalah organisasi yang bergerak di bidang kemanusiaan, maka program kerjanya beragam. Mulai dari kampanye peduli AIDS, operasi tanggap darurat saat bencana kabut asap, distribusi air bersih, pelayanan kesehatan saat arus mudik, dapur umum dan evakuasi korban banjir dan masih banyak lagi. Daftarnya akan semakin panjang jika saya sebut satu per satu. Terkadang PMI juga menyelenggarakan event yang dikemas dalam bentuk talkshow, seminar, konser, dan sebagainya untuk sosialisasi program-programnya di bidang pelayanan kemanusiaan. Bahkan PMI menciptakan aplikasi pengetahuan Siaga Bencana dengan sistem android. Jika kamu tertarik, kamu bisa mengunduhnya di Play Store.
_______________________________________________________________________________
KSR PMI UNY : Dari Yogyakarta Untuk Indonesia
_______________________________________________________________________________
"Mbak Arinta, KSR lagi ngadain donor darah lho. Ikutan yuk." Demikian Minanti Arum yang kerap disapa dengan panggilan Arum mengajak saya untuk ikut aksi donor darah. Aksi donor darah ini berlokasi di Student Center (SC) UNY.

Ini bukan pertama kalinya. Sudah beberapa kali Arum mengajak saya untuk ikut aksi donor darah. Arum adalah rekan sekamar saya di kos. Mahasiswi angkatan 2013 yang berkuliah di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan mengambil konsentrasi di jurusan pendidikan teknik sipil tersebut adalah seorang aktivis di organisasi KSR PMI UNY. Oh, mungkin kamu akan bertanya-tanya. Apa itu KSR? KSR singkatan dari Korps Suka Rela. Sebuah organisasi yang merupakan bagian dari kesatuan unit PMI dan mewadahi minat mahasiwa perguruan tinggi di bidang volunterisme dan aksi sosial kemanusiaan.

Selain diklat dan pelatihan, kegiatan KSR PMI UNY cukup banyak, di antaranya adalah aksi penggalangan dana saat Merapi dan Kelud meletus serta bencana asap di Sumatra dan Kalimantan. Baru-baru ini, organisasi tersebut mengadakan event Siganapraja, aksi Give Blood Give Life, dan talkshow "Relawan Dalam Pendidikan. Siganapraja (Siaga Bencana Palang Merah Remaja) adalah kompetisi yang diperuntukkan untuk PMR (Palang Merah Remaja) wira dan madya di mana pesertanya adalah tim-tim dari SMP dan SMA atau sederajat . Dalam kompetisi tersebut adalah 4 kategori lomba yakni, lomba pertolongan pertama, lomba cerdas cermat, siaga bencana, gerakan 3R (Reduce, Reuse, Recycle).
Talkshow "Relawan dalam Pendidikan" 2015  di Gedung Hall Rektorat UNY 
Talkshow "Relawan dalam Pendidikan" menghadirkan pembicara utama H. Muhammad Muas, S.H. Beliau merupakan ketua bidang relawan PMI Pusat. Acara tersebut sangat menarik dan cukup banyak merebut perhatian peserta yang hadir. Hal itu bisa dilihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan peserta saat berlangsungnya sesi tanya jawab. Sebagai tambahan, ada aksi dan kampanye Give Blood Give Live yang bekerjasama dengan PMI Sleman.
***
Darah. Zat cair kental berwarna merah yang komponen utamanya terdiri dari cairan plasma, sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit) dan butir-butir darah (trombosit) merupakan elemen vital yang sangat penting bagi kehidupan vertebrata (makhluk bertulang belakang). Tak terkecuali manusia. Kekurangan salah satu komponen utamanya bisa berakibat fatal. Apalagi kehilangan berliter-liter sel darah. Seseorang yang menderita leukimia, berarti dia bermasalah dengan sel darah putihnya (leukosit). Begitupun dengan penderita anemia, berarti dia bermasalah dengan sel darah merahnya.

Bicara soal darah, saya jadi teringat kisah seorang sahabat bernama Winarni. Apa yang dia alami sungguh menyentuh hati saya. Membuat saya memahami, betapa betapa berarti darah bagi kehidupan seseorang.
_______________________________________________________________________________
Blood For Win
_______________________________________________________________________________
Namanya Winarni, Kerap disapa Win. Kami pernah bersama selama setahun di kelas X.1 SMAN 1 Wiradesa (2008-2009). Dulu, saya begitu pendiam dan tertutup (introvert). kebalikan dengan Win yang  hangat, supel, dan mudah bersahabat. Terkadang saya ingin seperti Win. Saya cukup mengagumi dirinya. Menginjak kelas XI, Win ditunjuk sebagai ketua Klub KIR (karya Ilmiah Remaja). Di bidang akademik, Win berhasil menorehkan prestasi dalam suatu kompetisi esai ilmiah tingkat karesidenan Pekalongan sebagai juara 1. Keren bukan?

Sudah cukup lama saya tidak bersua dengan Win. Setelah lulus sekolah tahun 2011, saya melanjutkan studi di Universitas Negeri Yogyakarta dan mengambil konsentrasi bidang akuntansi, sedangkan Win memilih bekerja selama 2 tahun di sebuah perusahaan farmasi di Kota Bandung. Baru menginjak tahun 2013, Win memutuskan untuk kuliah di Universitas Jenderal Ahmad Yani dan mengambil konsentrasi di bidang elektro.
***

Suatu ketika Win bercerita pada saya, betapa Win pernah hampir melekat dengan ajal. Mencium tajam aroma kematian.

Peristiwa itu terjadi di tahun 2006, di mana saat itu Win dirawat di RSUD Kraton Pekalongan karena menderita tipus dan demam berdarah. Suhu tubuhnya sangat tinggi. Kondisinya cukup mengkhawatirkan. Bahkan kadar trombosit turun drastis hingga mencapai 50.000 sel/mm3. Perlu diketahui bahwa kadar normal trombosit untuk orang dewasa adalah 150.000-400.000 sel/mm3, sedangkan untuk anak-anak antara 150.000-450.000/mm3.  Jelas sekali, ini sangat berbahaya bagi Win.

Belum lagi golongan darah Win adalah AB. Di antara 4 golongan darah yang ada (A, B, O, dan AB), golongan darah AB adalah golongan dengan persentase paling sedikit di dunia. Seperti dilansir antaranews.com, pemilik golongan darah ini populasinya tidak lebih dari 7%. Berdasarkan hasil riset, dari 100 orang hanya 2 orang saja yang memiliki golongan darah AB (sumber pmi.or.id). Maka dari itu, di beberapa daerah seperti Yogyakarta ada komunitas khusus yang diperuntukkan bagi mereka yang bergolongan darah AB. Setidaknya, keberadaan komunitas ini membantu memudahkan ketika ada seseorang membutuhkan donor dan transfusi darah.
Kembali ke Win.

Dokter menyarankan Win untuk melakukan transfusi darah. Namun sayang, stock darah AB di rumah sakit dan bank darah PMI Pekalongan saat itu sedang kosong. Dari pihak keluarga tidak ada yang cocok untuk dijadikan pendonor. Bahkan orang tua Win sekalipun!

Win sempat bertanya kepada sang dokter apakah bisa golongan darah AB menerima transfusi dari semua golongan darah. Mengingat seperti yang ada di dalam teks-teks buku pelajaran SD dan SMP yang pernah Win baca, bahwasanya golongan darah AB merupakan resipien universal. Itu artinya golongan darah AB bisa menerima transfusi dari semua golongan darah yang ada. Bukankah secara teori demikian? Namun, dokter tidak bersedia melakukan transfusi. Dokter tidak mau mengambil risiko jika tubuh Win melakukan aksi penolakan akibat ketidakcocokan golongan darah. Dalam dunia medis, transfusi dengan golongan darah yang berbeda tidak diperbolehkan. Jangankan beda golongan darah, satu golongan darah tetapi beda rhesus saja tidak diperkenankan.Win geram, mengapa tulisan demikian masih terdapat dalam teks-teks buku pelajaran. Benar-benar menyesatkan!

Win sudah pasrah. Win sadar konsekuensi. Win tahu bahwa dirinya tak akan bertahan lama di dunia ini. Apa yang Win lakukan kala itu? Selain berdoa, Win mengirimkan sms satu per satu kepada teman-temannya. Win meminta maaf jika ada kata ataupun laku yang kurang berkenan.

Win hampir menyerah di detik-detik terakhir hidupnya. Hingga kabar baik itu akhirnya datang juga. Ada seorang pendonor yang bersedia memberikan darahnya untuk transfusi. Namun, hal itu tidaklah gratis. Sang pendonor meminta harga 3 kali lipat dari harga darah standar. Sesungguhnya hal ini sangat memberatkan keluarga Win yang hidupnya saja sudah sangat sederhana. Tapi, mau gimana lagi? Akhirnya, agar tetes demi tetes darah tersebut mengalir ke tubuh Win, keluarga Win rela menebusnya. Berapapun harga yang dibayar.
________________________________________________________________________________
Berikan Donasi Terbaikmu
________________________________________________________________________________
Maaf jika cerita ini telah membuat sedih. Tapi ini nyata. Ini terjadi pada sahabat saya Win. Saya berharap kamu tidak mengalami seperti apa yang Win alami. Pun pada keluarga dan juga sahabatmu. Maka dari itu saya mengajak kamu dalam aksi Ayo Peduli Bantu Sesama dalam rangka Bulan Dana PMI.

Donasi yang kamu berikan tidak hanya dalam wujud donor darah, bisa juga uang. Berikan donasi terbaikmu. Saya berharap donasimu bermanfaat bagi orang lain yang membutuhkan. Kamu bisa melakukannya melalui bank-bank berikut ini :

  • Bank BCA Kantor Cabang Utama Thamrin Nomor Rekening : 206-38-1794-5 atas nama PMI DKI JAKARTA Panitia Bulan Dana PMI Provinsi DKI Jakarta.
  • Bank MANDIRI Kantor Cabang Kramat Raya Nomor Rekening : 123-00-17091945 atas nama PMI DKI JAKARTA Panitia Bulan Dana PMI Provinsi DKI Jakarta.
  • Bank DKI kantor Cabang Utama Juanda Nomor Rekening : 101-03-17094-7 atas nama PMI DKI JAKARTA Panitia Bulan Dana PMI Provinsi DKI Jakarta. 

Selasa, 15 Desember 2015

EDP Project Jogja : Atasi Demam Berdarah Melalui Wolbachia

_______________________________________________________________________________
Waktu begitu cepat berlalu. Tak terasa kini sudah memasuki Bulan Desember. Sudah hampir 4 tahun lamanya saya berada di Yogyakarta, Menikmati romantisme masa-masa menjadi anak kuliahan. Bergelut dengan tugas-tugas. Banyak hal juga telah saya lalui. Jogja diguyur hujan deras Desember ini. Lapis demi lapis kumulonimbus tak ubahnya seperti gumpalan-gumpalan kapas yang terbang di langit. Terkadang menimbulkan mendung yang gelap dan pekat. Terkadang pula menjatuhkan jarum-jarum tajam dari langit. Juga petir yang menggelegar. Ah, hujan Bulan Desember. 

Hujan Bulan Desember ini mengingatkan saya pada seorang kawan yang pernah dirujuk ke RS Sardjito karena menderita demam berdarah. Kala air menderas dari langit. Menimbulkan bunyi gemerisik. Juga kecipak-kecipuk langkah-langkah kaki karena jalanan tergenang air. Menjadikan sebagian orang memilih berdiam diri di rumah. Mendekam dalam selimut. Sedangkan kawan saya ini merasakan nyeri di hampir sebagian tubuhnya. Demam hebat yang tak berkesudahan. Mimisan. Muntah-muntah disertai timbulnya bintik merah di sepanjang kulit. Saya bergidik ngeri jika teringat akan hal itu. 

Yogyakarta merupakan wilayah endemik terjangkitnya penyakit demam berdarah. Seperti dilansir sorotjogja.com, memasuki kuartal pertama di tahun 2015 ada 3 daerah yang rentan terhadap serangan DBD (Demam Berdarah Dengue).  Ketiga daerah itu adalah Kecamatan Gondokusuman, Kecamatan Tegalrejo, dan Kecamatan Ngampilan. Fitri Yulia Kusworoni selalu Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogya menyatakan bahwa terdapat kenaikan jumlah pasien DBD yang dirawat di puskemas yang pada tahun 2014 ada 19 kasus, pada tahun 2015 naik menjadi 90 kasus. Ini baru wilayah Kota Yogya. Bagaimana dengan wilayah lain seperti Sleman dan Bantul yang juga rentan terhadap kasus ini?

Demam berdarah (demam dengue) adalah salah satu momok yang ditakuti masyarakat. Penyakit ini disebabkan oleh Virus Dengue melalui gigitan nyamuk aedes aegypti dan aedes albopictus. Demam dengue mengancam hampir 2.5 miliar penduduk bumi. Kasus tertinggi menimpa wilayah ASEAN, termasuk Indonesia. Berdasarkan data WHO (World Health Organization) setiap tahun sekitar 390 juta orang terinfeksi dengue. Sebanyak 22.000 orang terutama anak-anak dan remaja meninggal dunia. Bagaimana dengan di Indonesia? Angkanya meningkat, di mana pada tahun 2012 jumlah kasus 90.245 menjadi 105.545 kasus pada tahun 2013.

Hal umum yang dilakukan warga untuk mengantisipasi merebaknya DBD yakni dengan menjaga lingkungan agar terkondisikan bersih. Pemerintah melalui dinas kesehatan tak henti-hentinya menghimbau agar warga melakukan gerakan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) melalui aksi 3 M (Menguras, Mengubur, dan Mengubur barang bekas yang sudah tidak terpakai). Ada pula istilah ikanisasi (menempatkan ikan-ikan di bak mandi atau kolam agar ikan-ikan tersebut memakan jentik-jentik nyamuk) dan larvasidasi (membunuh larva-larva nyamuk Aedes Aegypti dengan menggunakan abate). Selain itu, ada pula tindakan fogging (pengasapan). Tempat tinggal saya yang letaknya persis di depan Fakultas Teknik UNY di mana dilalui Selokan Mataram juga tak luput dari aksi fogging tiap tahunnya.

Namun apakah cara-cara lama ini cukup efektif mengurangi kasus-kasus terkait DBD? Hey ini sudah tahun 2015! Maksud saya adakah suatu terobosan di dalam sains, terutama di bidang biologi sel & molekuler, bioteknologi dan rekayasa genetika yang mampu menciptakan suatu vaksin yang menghambat transmisi virus dengue dari nyamuk ke manusia? Membuat telur-telur nyamuk menjadi infertil misalnya? Memperpendek usia hidup nyamuk yang menjadi inang virus dengue?
Pada tanggal 1 Desember 2015, saya bersama rekan-rekan Komunitas Blogger Jogja (KBJ) mendapat undangan dari EDP (Eliminate Dengue Project) Yogyakarta untuk mengunjungi insektarium dan laboratorium diagnosis di mana terdapat fasilitas riset untuk meneliti nyamuk Aedes aegypti. Fasilitas riset ini cukup lengkap. Di dalamnya terdapat tempat penetasan telur-telur nyamuk berukuran kurang lebih 50 mikron di mana telur-telur tersebut hanya dapat dilihat melalui mikroskop elektron.
Documentation : Paulus Enggal
Fasilitas riset EDP Yogyakarta dilaksanakan di bawah naungan Pusat Kedokteran Tropis Universitas Gadjah Mada (UGM) dan didanai oleh Yayasan Tahija Jakarta (organisasi filantropi nonprofit yang bergerak di bidang pendidikan, kesehatan, dan juga pelayanan sosial). Dalam riset ini, UGM menjalin kerjasama dengan Monash University di Australia. Untuk EDP global melibatkan sejumlah negara seperti Australia, Vietnam, Brazil, Singapura, Colombia, termasuk Indonesia. Ini proyek riset prestius yang digarap serius, berbiaya mahal, melibatkan sejumlah ahli dan peneliti dari berbagai negara serta membutuhkan waktu yang tidak singkat untuk pengujiannya. 

Ada hal yang menarik dalam proyek riset ini. Ternyata para peneliti menggunakan bakteri Wolbachia untuk mengendalikan virus dengue. Ini penemuan menarik dan melibatkan multidisiplin ilmu seperti bioteknologi, virologi, bakteriologi, entomologi, dan juga biologi molekuler. Bahkan saya berusaha mencari jurnal-jurnal ilmiah terkait penelitian ini.

Tentu saja riset tentang wolbachia cukup banyak menyedot perhatian saya. Pernah mendengar Wolbachia sebelumnya? Baiklah saya akan sedikit bercerita. 
________________________________________________________________________________
Perjalanan Panjang Si Wolbachia dan Kisah Sang Profesor
________________________________________________________________________________
A lot of science involves failure, but there are also the brilliant successes, successes that can lead to new inventions, new tools, new drugs — things that can change the world (Anonim)
Terkadang kisah sukses seseorang lahir dari sebuah gagasan sederhana. Sebuah inovasi yang menghadirkan solusi. Juga perjalanan panjang yang melelahkan. Demikian pula yang dialami Profesor Scott O'Neill ketika mengupayakan penemuannya di bidang ilmu biologi. Sebuah terobosan di bidang sains yang menghadirkan solusi mengatasi virus dengue. 

Sang profesor kala itu tertarik pada bakteri Wolbachia pipiens. Bakteri ini pertama kali ditemukan di dalam tubuh nyamuk Culex pipiens pada tahun 1920. Bakteri Wolbachia terdapat di hampir 60% hingga 70% serangga seperti ngengat, lalat buah, capung, kumbang, dan nyamuk, tetapi tidak pada nyamuk jenis aedes aegypti yang merupakan inang virus dengue. 

Wolbachia dapat dikatakan sebagai bakteri parasit yang menginfeksi sistem reproduksi serangga sehingga mempengaruhi kelanjutan garis keturunan mereka. Terdapat hubungan yang cukup kompleks antara sang inang (serangga) dengan bakteri wolbachia. Reaksi infeksi bakteri ini dengan serangga terhadap garis keturunan selanjutnya pun beragam. Bakteri ini bisa menyebabkan kematian jantan yang terinfeksi, siklus atau usia hidup serangga yang pendek, ketidaknormalan reproduksi yang berujung pada kematian dini embrio. Dalam penelitiannya, Sang Profesor juga melaporkan bahwasanya wolbachia juga mampu menghentikan duplikasi virus dengue di dalam tubuh nyamuk. 

Profesor O'Neill kini menjabat sebagai dekan fakultas sains di Monash University Australia. Sebelumnya beliau menyelesaikan program doktoralnya di bidang entomologi (ilmu serangga)  di Queensland University. Beliau juga pernah bekerja di Yale Medical School sebagai ketua grup biologi yang mempelajari serangga pembawa penyakit. 

Apa yang dikerjakan oleh Profesor O'Neill di dalam labnya juga pernah tidak membawa hasil apapun. Membuatnya stress dan tertekan. Setidaknya 20 tahun hidupnya dihabiskan untuk penelitian ini. Profesor O'Neill menggunakan teknik injeksi mikro untuk menyuntikkan wolbachia dalam telur nyamuk. Saya membayangkan seberapa kecil ukuran jarum yang digunakan. Apakah pakai skala mikro atau nano? Teknologi yang digunakan pasti mengagumkan.

Rekan sejawatnya, Tom Walker menghabiskan hari demi hari di lab hanya untuk menyuntikkan wolbachia ke lebih dari 500 telur setiap harinya. Walker kemudian menunggu dengan sabar hingga telur tumbuh menjadi nyamuk dewasa dan memastikan apakah nyamuk-nyamuk dewasa tersebut terinfeksi wolbachia. Namun hasilnya nihil. Tak ada nyamuk yang di dalamnya mengandung bakteri wolbachia. Tingkat keberhasilan penelitian ini sangat rendah, ujarnya suatu ketika. Bahkan Walker telah menyuntik 18.000 telur tanpa ada tanda-tanda bahwa telur-telur tersebut di dalamnya mengandung bakteri wolbachia. Ah, kisah ini mengingatkan saya pada Thomas Alfa Edison.

Suatu ketika di tahun 2006, setelah hari-hari yang dilalui membuat jenuh dan menghilangkan semangat, kabar gembira itu akhirnya datang. Salah seorang mahasiswa O'Neill berkata bahwa dia telah berhasil menginjeksi telur, hingga telur yang mengandung bakteri wolbachia tumbuh menjadi nyamuk dewasa. Ini seperti momen eureka! Sang mahasiswa tersebut menularkan ledakan optimisme kepada Sang Profesor.
Proses ini belumlah usai. Profesor O'Neill harus menguji sampel penelitian di lapangan. Nyamuk-nyamuk yang mengandung bakteri wolbachia dilepasliarkan di daerah yang rentah terhadap DBD agar kawin dengan nyamuk setempat yang mengandung virus dengue. Tujuannya untuk mengetahui seberapa efektif pengendalian wolbachia terhadap virus dengue dan juga bagaimana hasil kawin silang dua varietas nyamuk tersebut (nyamuk aedes aegypti ber-wolbachia dengan nyamuk aedes aegypti pembawa dengue) terhadap garis keturunan selanjutnya. Tempat uji coba pertama kali dilakukan di Yorkeys Knob dan Godonvale, Queensland pada tahun 2011. Penelitian ini juga mendapat dukungan dana dari Bill and Melinda Gates Foundation
________________________________________________________________________________
Tahija Foundation dan Eliminate Dengue Project (EDP) Jogja 
________________________________________________________________________________
Jika di tingkat global proyek riset Eliminate Dengue didanai oleh Bill and Melinda Gates Foundation, di Indonesia aksi ini didukung penuh oleh organisasi filantropi Yayasan Tahija Jakarta. Seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya, organisasi ini bergerak di bidang sosial, kesehatan, dan pendidikan. Organisasi ini didirikan oleh Jean dan Julius Tahija pada tanggal 21 Maret 1990. Bunga Cinnamomum tahijanum (kayu manis liar) yang berasal dari Kalimantan menjadi simbol organisasi ini. Simbol  Cinnamomum tahijanum mereprentasikan empati, persamaan, dan keberagaman.

Dalam Annual Report 2014, organisasi ini melaporkan bahwa pada tahun 2013 mereka berhasil menyiapkan landasan operasional untuk pelepasan nyamuk Aedes aegypti ber-wolbachia di Yogyakarta. Pada Januari 2014, pelepasan perdana nyamuk dilakukan di Desa Kronggahan dan Nogotirto, Kabupaten Sleman. Tantangan yang dihadapi tim EDP Jogja kala itu adalah bagaimana mensosialisaikan kegiatan ini kepada masyarakat. Tantangan yang lain adalah letusan Gunung Kelud pada Bulan Februai 2014, tetapi hal ini tidak menyebabkan gangguan signiikan pada proses kegiatan pelepasan nyamuk. Pada Desember 2014, tim EDP Jogja melakukan kegiatan serupa di dua wilayah yang ada di Kabupaten Bantul.

Bahkan Sri Sultan Hamengkubuwono X memberikan dukungan penuh pada kegiatan EDP Jogja. Selain dari pemerintah daerah, komisi etik Kedokteran Universitas Gajah Mada juga memberikan feed back dan bimbingan etis terhadap kegiatan EDP Jogja. Kegiatan pelepasan nyamuk ber-wolbachia pada tahun 2014 adalah bukti keberhasilan kerjasama antara Yayasan Tahija, tim EDP dari Monash University dan Universitas Gajah Mada.
Saya sendiri sangat antusias ketika mendapat undangan dari EDP Jogja. Ini kesempatan langka! Tak semua orang bisa mendapatkan kesempatan ini. Di insektarium tersebut, saya bisa menyaksikan bagaimana telur nyamuk Aedes aegypti ber-wolbachia menetas. Tentu saja saya melihatnya dengan bantuan mikroskop elektron. Di insektarium tersebut kami berdiskusi mengenai isu DBD. Saya mendapat pemahaman baru dan juga knowledge yang berharga. Ini keren!

Indonesia juga punya ahli entomologi (ilmu serangga) lho, beliau bernama Pak Warsito Tantowijaya Ph.D. Pak Warsito inilah yang mengajak kami tour de lab dan menjelaskan proses penangkaran nyamuk-nyamuk ber-wolbachia. Sedangkan Mbak Bekti Dwi Andari, MA. selaku stakeholder engagement coordinator menjelaskan tentang nyamuk Aedes aegypti ber-wolbachia ini kepada audience melalui slide presentasi dan video singkat. Peneliti utama EDP Jogja adalah Prof. dr. Adi Utarini, MPH., Ph. D. dan peneliti pendamping dr. Riris Andono Ahmad MPH. Ph. D.

Eliminate Dengue Project Jogja juga tergabung dalam IDAMS (Internasional Research Consortium on Dengue Risk Assesment, Management, and Surveillance) yang merupakan konsorsium penelitian 8 negara di Asia dan Amerika Latin. Diharapkan, penelitian ini mampu menekan risiko dan kasus yang disebabkan oleh virus dengue. Semoga!

Yogyakarta, 15 Desember 2015

Kamis, 12 November 2015

Dunia Tido & Friends (Kreativitas, Imajinasi, dan Mimpi-Mimpi)

____________________________________________________________________________
Sekilas Tentang Tido & Friends
____________________________________________________________________________

Dunia anak-anak lekat dengan imajinasi. Lewat imajinasi tersebut terciptalah kreativitas  yang menghantarkan mereka pada mimpi-mimpi. Itulah yang menjadi alasan tim Gobaksor Interactive yang digawangi oleh Iki Mazadi dalam menciptakan aplikasi atau media yang membantu mengasah imajinasi dan kreativitas anak-anak.

Tentunya yang saya maksud di sini adalah anak-anak berusia 3 hingga 6 tahun (anak usia dini). Sebab, anak-anak dalam rentang usia seperti itu sedang berada dalam periode emas masa pertumbuhan (Golden Age Era). Dari situlah sel-sel aktif otak terbentuk. Pertumbuhan sel-sel aktif ini dimulai di usia 3 tahun dan terbentuk secara sempurna di usia 5 hingga 6 tahun. Di sinilah pentingnya optimalisasi kecerdasan anak melalui serangkaian aktivitas yang menyenangkan yang tentunya akan berdampak pada tumbuhkembang termasuk kreativitas dan imajinasi mereka. 

Tido & Friends adalah salah satu hasil olah kreativitas tim Gobaksodor Interactive. Ada beberapa jenis produk yang telah dihasilkan Gobaksodor Interactive di antaranya game, e-book interactive, komik, animasi (2D maupun 3D), dan kini mulai merambah ke dunia Virtual Reality.

Seperti yang diutarakan oleh Iki Mazadi (founder Startup Gobaksodor Interactive), Tido & Friends diharapkan mampu menjadi sebuah media penyampai nilai-nilai kebaikan dan pengetahuan yang membentuk karakter serta kepribadian anak-anak calon pewaris masa depan Indonesia. 

Tido & Friends sendiri adalah karakter imajiner berbentuk binatang yang imut dan lucu. Di dalamnya terdapat 9 tokoh yang memiliki karakteristik berbeda. Mereka adalah Tido (komodo), Fogi (katak), Simoo (sapi), Pinky (naga), Bibu (buaya), Quin (penguin), Chipo (luwak), dan Phipo (naga). Saat ini, telah  ada 3 jenis produk kreatif Tido & Friend, di antaranya : edumini komik, animasi dalam bentuk lagu anak-anak (2D dan 3D), dan e-book interactive berbasis android.

Pantengin terus ya postingan ini sampai akhir karena ada Giveaway 5 DVD animasi (lagu anak Tido & Friends) buat kamu yang mau ikutan. Iya buat kamu.
Gambar GIF 1. Karakter-karakter Animasi Tido & Friends
 _______________________________________________________________________________
Lagu Anak Tido & Friends (Animasi) 
________________________________________________________________________________ 
Mobil Listrik
 
Mobil listrik itu mobil yang keren
Tidak menyebabkan asap polusi
Yang lebih hebat dan lebih keren lagi
Yang membuat adalah teman kita sendiri 
Di Indonesia mobil itu dibuat, negara kita tercinta

Ini adalah sebagian lirik yang saya cuplik dari lagu anak Mobil Listrik. Mobil listrik adalah mobil yang tidak membutuhkan bahan bakar fosil (misal bensin) sehingga tidak menimbulkan polusi udara. Mobil ini hanya perlu diisi ulang (charging) jika kehabisan energi listrik. Mobil listrik digadang-gadang menjadi salah satu kendaraan masa depan yang ramah lingkungan (green car). Di Indonesia ada beberapa teknokrat yang menggagas dan menciptakan mobil listrik, di antaranya Bung Ricky Elson. 

Dari situlah ide awal penciptaan lagu mobil listrik ini. Lagu ini diharapkan memberi insight dan nilai edukasi kepada anak-anak Indonesia agar menjadi generasi kreatif yang mampu menciptakan terobosan-terobosan di bidang teknologi, semisal penciptaan mobil ramah lingkungan (mobil listrik). Tentu saja dalam hal ini peranan orangtua menjadi kunci dalam menumbuhkembangkan proses kreatif anak dalam menciptakan ide-ide. 

Jaman sekarang sangat sulit mencari lagu anak-anak. Apalagi yang cocok untuk usia 3 hingga 6 tahun. Tidak seperti jaman saya ketika masih TK atau SD. Begitu banyak penyanyi cilik bersliweran. Hal-hal semacam ini menjadi tantangan tim Gobaksodor Interactive dalam menciptakan lagu anak. Lagu-lagu tersebut dibuat dalam format animasi agar anak-anak jatuh hati. Selain mobil listrik ada judul lain seperti cita-cita, layar ajaib, dan Indahnya pagi. 

Lagu cita-cita mengajarkan anak-anak akan keindahan mimpi-mimpi. Hey apa cita-citamu di masa depan? Begitulah kira-kira makna yang tersirat. Lagu layar ajaib mengajarkan anak berbuat kebaikan. Lagu Indahnya pagi mengajarkan anak akan pentingnya bangun di pagi hari. 

Berikut saya lampirkan tautan lagu-lagu anak Tido & Friends yang lain yang bisa kamu tonton via Youtube.
1. Layar Ajaib
2. Indahnya Pagi
3. Cita-Cita
________________________________________________________________________________
Edumini Komik Tido
________________________________________________________________________________
Rahasia Antara Pohon & Daun
Belajar Sambil Berlibur
Wortel
Edumini komik adalah komik singkat yang memberikan nilai-nilai kebaikan dan juga pengetahuan untuk anak usia dini. Menarik bukan? Kalau kamu punya ide kreatif untuk Tido & Friends silakan saja sampaikan ide tersebut ke  Fanspage Tido & Friends. Apapun itu. Mungkin ide tersebut berupa narasi dan sebagainya. Cerita berjudul WORTEL di atas adalah ide kreatif saya yang kemudian diolah kembali oleh tim kreatif Gobaksodor Interactive.
_______________________________________________________________________________
Colouring Sheet For Kids
_______________________________________________________________________________

Kalau lembar mewarnai ini anggap saja bonus untuk mengasah kreativitas anak-anak. Kamu bisa mengunduhnya di Album Colouring Sheet For Kids. Jangan lupa di-print dan siapkan alat mewarnai ya?
_______________________________________________________________________________
E-Book Interactive Berbasis Android (Free Download)
_______________________________________________________________________________ 
1. Cita-Cita
Cita-cita @Playstore
Gambar GIF 2. Cita-Cita
E-book interaktif berjudul cita-cita merupakan aplikasi edukasi dalam bentuk e-book yang bisa diunduh via playstore. Didalamnya dilengkapi fitur-fitur berupa game kecermatan, lagu anak cita-cita, narasi teks, serta beberapa benda atau objek dalam e-book tersebut bisa dimainkan. Ada pula jendela untuk memilih halaman yang diinginkan. Selengkapnya kamu bisa mengunduhnya sendiri di tautan berikut Cita-CitaUntuk mendapatkannya kamu tidak perlu mengeluarkan biaya sepeserpun sebab e-book ini free alias gratis diunduh siapa saja.

2. Indahnya Pagi
Indahnya Pagi @Playstore
E-book interaktif berikutnya berjudul Indahnya Pagi. Fitur yang disematkan hampir mirip dengan yang pertama (cita-cita). Ada games yang melatih kecermatan juga narasi teks. Juga lagu anak Indahnya Pagi. Jika berkenan silakan unduh di sini Indahnya Pagi
3. Tido di Negeri Huruf 
Tido di Negeri Huruf @Playstore
E-book interaktif Tido di Negeri Huruf membantu anak-anak usia dini mengenal huruf melalui aktivitas yang menyenangkan yakni games. E-book interaktif ini juga dilengkapi lagu anak 'Mengenal Huruf.' Nama-nama benda atau objek yang ada disesuaikan dengan awalan huruf, misal A untuk Ayam. Huruf-hurufnya lengkap dari A hingga Z. Selain itu, Tido di Negeri Huruf bisa dimainkan secara offline. Kalau penasaran silakan mampir ke Tido di Negeri Huruf

Selengkapnya boleh berkunjung ke Gobaksodor Interactive Via Google Play
_______________________________________________________________________________
Capaian Prestasi
_______________________________________________________________________________
Tido & Friends di ajang Baros International Animation Festival 2015
Gobaksodor Interactive sendiri merupakan sebuah digital startup yang berfokus pada digital kreatif yang dirintis oleh Iki Mazadi pada tahun 2012 di Yogyakarta. Saat ini pria yang pernah mengenyam pendidikan di jurusan teknik informatika di suatu universitas di Bandung ini mulai mantap meniti karirnya di dunia digital creative startup. Semenjak tahun 2014, studio Gobaksodor Interactive menjadi sebuah tempat untuk bermain dan berkarya dengan ide-ide kreatif terkait pengembangan aplikasi digital berupa games dan e-book interaktif, animasi 2D & 3D, aplikasi augmented reality & virtual reality, ataupun lainnya terkait ranah digital kreatif.

Selain Tido & Friends, Iki Mazadi dan tim Gobaksodor Interactive telah menelurkan cukup banyak karya. Salah satu dari sekian karyanya yakni desain 3D home interior, desain 3D Candi Borobudur, dan game virtual Reality dengan konsep petualangan luar angkasa (project 3599).
Hasil kreativitas Gobaksodor Interactive
Selama kurun waktu 2012 hingga 2013, Tido & Friends sendiri pernah menyabet beberapa penghargaan, di antaranya juara 3 Indigo Fellowship Telkom kategori game dan komik interaktif (2012) serta harapan 1 dalam ajang Rockstar Intel 2013. Sebenarnya masih ada penghargaan yang lain lagi, tapi 2 aja yang saya tulis cukup kan?

Selain itu, untuk memperkenalkan kepada masyarakat luas Iki Mazadi pernah mengikutsertakan Tido & Friends ke beberapa pameran, di antaranya Pekan Produk Kreatif Indonesia or PPKI 2013 (jakarta), Business Connect 2013 (Jakarta), ICT Expo 2014 (Jakarta), Baros International Animation Festival or BIAF 2015 (Bandung), dan terakhir Digital Science Technopark 2015 (Semarang).

Apa mimpi-mimpi serta harapan ke depan? Tido & Friends diciptakan sebagai media kreativitas dan visualisasi imajinasi dunia anak-anak. Ini sesuai dengan spirit Gobaksodor Interactive yakni Inspiring, educating,visualizasing, and empowering for children imagination. Harapannya Tido & Friends mampu menjadi media penyampai nilai-nilai tersebut.

Mari mampir ke :
1. Tido & Friends Website
2. Gobaksodor Website 
3. Tidofiends Lands (Official Facebook) 
4Tido & Friends (Fanspage)
_______________________________________________________________________________
Giveaway Tido & Friends 
________________________________________________________________________________
Okay Sobat Blogger. Terima kasih sudah mampir ke lapak saya yang sederhana ini. Nah kali ini saya akan mengadakan giveway yang hadiahnya berupa DVD animasi (10 lagu anak Tido & Friends). Ada 5 DVD dari sponsor saya Gobaksodor Interaktive. So ikuti alurnya ya yang mau ikutan.
A. Syarat dan Ketentuan
  1. Like Fanspage Tido & Friends dan add facebook Tidofriends Lands
  2. Share postingan ini di akun facebook masing-masing
  3. Silakan tulis di kolom komentar postingan ini dengan menyertakan : nama lengkap dan akun sosmed masing-masing (boleh twitter atau facebook)
  4. Berikan ulasan mengenai produk Tido & Friends (Lagu Anak Tido & Friends, Edumini komik Tido, E-book interaktif) pilih salah satu atau ketiganya sekaligus boleh. Tulis di kolom komentar di bawah Nama dan Akun social Media. Apakah kamu punya pengalaman terkait dunia komik, animasi, atau game, kemudian hubungkan pengalamanmu dengan Tido & Friends. Apakah kamu kesulitan mencari media edukasi untuk anak usia dini, kaitkan pengalamanmu dengan Tido & Friends, Apakah anak-anak atau adik kecilmu di rumah tertarik dengan komik atau lagu Tido, silakan bagi pengalamanmu di sini. Apakah review Tido & Friends ini menarik menurutmu? Setiap orang pasti punya hal menarik untuk diceritakan. Tulislah bebas sekreatif mungkin. 
  5. Tim Gobaksodor Interactive akan memilih 4 pemenang dengan komentar/ulasan paling kreatif dan unik (baik berupa masukan, saran, support, dan sebagainya). Sedangkan 1 Pemenang akan diundi secara random (acak) oleh saya. Jadi siapapun bisa dapat kesempatan untuk mendapatkan DVD ini (total 5 DVD). 
  6. Menjelang deadline GA, saya mau memberi tambahan hadiah buat para pemenang. Hadiahnya yakni oleh-oleh khas Yogyakarta berupa 3 kaos (bertuliskan Yogyakarta), 3 buah tas rajut/tas etnik mungil, dan @ 3 gantungan kunci (bertuliskan Yogyakarta/Malioboro) untuk 3 pemenang beruntung. Hadiah diundi secara acak oleh saya. 
B. Periode Giveaway dan Pengumuman Pemenang 
  1. Masa Berlakunya Giveaway ini dimulai dari tanggal 13 November hingga tanggal 8 Desember 2015. 
  2. Para Pemenang Giveaway Tido & Friends akan diumumkan di fanspage Tido & Friend pada tanggal 15 Desember 2015.    

Minggu, 01 November 2015

Kala Senggang Ini yang Saya Lakukan

Apa yang kamu lakukan jika kamu lagi enggak sibuk alias punya banyak waktu luang atau weekend tiba? Hah! jangan bilang kegiatanmu cuma makan, nonton TV, atawa mantengin facebook. Yah enggak apa-apa sih kalau facebookmu itu bisa dimanfaatkan buat monetize alias menghasilkan uang (misal kamu jualan produk via social media) atau berbagi sesuatu yang bermanfaat. Lha kalau facebook atau social media cuma kamu gunakan buat update status galau sekaligus stalking mantan #Eh or mantengin gebetan yang enggak jelas juntrungnya bakalan ke pelaminan atau enggak kan buang-buang waktu dan energi tuh #halah.

Mendingan ya spirit dan energi muda yang kamu miliki, kamu manfaatkan untuk melakukan aktivitas yang berdampak positif. Apa saja itu? Misal, belajar tutorial CorelDraw & Photoshop via youtube (kalau kamu benar-benar serius bisa di-expertise tuh skill desainmu), membuat DIY creative craft (lumayan kan kalau bisa dijual), belajar copywriting dan internet marketing pada seseorang yang dianggap berpengalaman di bidang tersebut, join komunitas hobi di daerahmu, belajar memasak, membaca novel atau buku inspiratif, dan masih banyak lagi daftar hal positif yang bisa kamu lakukan kala senggang. Apalagi buat yang masih jomblo  sedang melakukan pencarian jati diri seperti saya. Boleh tuh dicoba!

Nah Kalau Arinta sendiri apa yang dilakukan kala senggang? Kalau jaman saya masih jadi organisator di UKM (unit Kegiatan Mahasiswa) tahun 2013-2014, saya suka sekali menggarap event alias jadi panitia. Melalui organisasi saya belajar menjadi event organizer. Enggak tanggung-tanggung levelnya bisa sampai skala nasional lho.

Selain jadi panitia suatu acara, banyak sekali benefit yang didapat saat saya tergabung di organisasi, forum atau klub minat bakat, misal nambah teman. Selain itu, saya bisa menikmati jalan-jalan sekaligus observasi. Pernah nih suatu ketika, organisasi saya (UKM Rekayasa Teknologi) melakukan observasi ke Desa Srandakan (Bantul) di mana sebagian besar masyarakatnya menghasilkan tahu. Melalui tur desa, saya dan rekan-rekan diajak berkeliling ke beberapa pembuat tahu skala mikro. Saya mengamati proses pembuatan tahu, teknologi yang mereka gunakan, sembari bertanya kendala-kendala apa yang dihadapi mereka. Dari sana saya belajar banyak hal. Sungguh, kegiatan seperti ini masih sangat dibutuhkan di Indonesia. Diskusi antara pemuda (mahasiswa) dan masyarakat  untuk mencari solusi terhadap suatu hal. 

Jalan-jalan, observasi, dan diskusi inilah kegiatan yang saya lakukan saat senggang.

Itu dulu. Sekarang? Akhir-akhir ini saya lebih suka mantengin internet buat cari inspirasi menulis di blog, sembari dikit-dikit belajar tutorial apa gitu. Membaca buku (kadang-kadang). Nonton film dan animasi (kalau bagus buat bahan review di blog). Ikut kajian keagamaan, seminar, workshop, talkshow, dari yang gratisan sampai berbayar.

Okay,berikut saya list saja deh hal-hal apa yang biasa saya lakukan kala senggang :

  • Jalan-jalan sekaligus observasi (saya suka mengamati suatu hal dan bertemu orang-orang baru)
  • Diskusi mengenai suatu hal
  • Membaca buku atau novel
  • Mampir ke perpustakaan atau toko buku
  • Menonton film atau animasi
  • Mensukseskan suatu event (kepanitiaan organisasi)
  • Ikut workshop, seminar, talkshow, training, dan sebagainya
  • Menulis di blog
  • Ikut writing competition (entah dalam bentuk esai, cerpen, blog)
Inilah kegiatan-kegiatan yang saya lakukan saat senggang. Membangun kapasitas diri melalui seminar, talkshow dan workshop adalah salah satu cara yang saya tempuh.

Daripada ngejomblo bulukan di kos, mending saya ikut seminar, talkshow atau workshop kan? Lebih bermanfaat kan? Nah kebetulan pada kesempatan ini (Jumat, 30 Oktober 2015) saya mengikuti sesi diskusi dalam bentuk Talkshow #CorakTanahPapua yang diselenggarakan oleh Keluarga Mahasiswa Papua UGM dan bertempat di salah satu gedung Fisipol UGM lantai 2. Saya mengikuti 2 kegiatan hari itu, mulai dari Talkshow PAPUA DI MATA JOGJA hingga pemutaran Film (The Mahuze's). Ada hal menarik yang ingin saya ceritakan. Simak di postingan berikutnya ya?

Senin, 19 Oktober 2015

Dari Batik Hingga Boneka Aromaterapi

_______________________________________________________________________________
(BATIK STORY 1) MEMORI MASA SEKOLAH

Kota Batik di Pekalongan
Bukan Jogja, bukan Solo
 ... 
Negeri kaya di Tanah Papua
Bukan Palembang, Bukan Jakarta

Pernah dengar lagu ini sebelumnya gaes? Liriknya asing enggak menurutmu? Yups lagu tersebut pernah populer di tahun 2005-2006 dan dibawakan oleh grup musik Slank. Judul lagu tersebut adalah SBY. Weits bukan Susilo Bambang Yudhoyono, melainkan Social Betawi Yoi. Sori ini lagu jadul. Namun, generasi tahun 90-an atau 80-an pasti tahu deh lagu ini. 

Saya sendiri waktu SMP suka sekali menyanyikan lagu ini. Maklum ada rasa kebanggaan tersendiri ketika menyanyikan lagu tersebut. Entah kenapa. Mungkin karena saya lahir dan dibesarkan di Pekalongan. Belasan tahun saya tumbuh dan belajar di kota ini, dari TK hingga SMA. Ah entahlah. Pokoknya saya suka saja.

Pekalongan disebut Kota Batik? Tak salah memang. BATIK sendiri kepanjangan dari Bersih, Aman, Tertib, Indah, dan Komunikatif. Selain itu, kota kami memang memiliki beragam jenis batik dengan berbagai warna, corak dan motif. Mulai dari batik tulis hingga batik printing. Ciri khas batik daerah kami adalah memiliki warna-warna yang ngejreng dan mencolok, seperti ungu, merah, biru, dan kuning. Ini sangat berbeda jika kamu membandingkannya dengan batik khas Surakarta atau Yogyakarta, warnanya cenderung cokelat, hitam, putih, dan ada sentuhan klasik. Corak batik khas Pekalongan biasanya berupa hewan atau tumbuhan dan berukuran besar. 
Corak khas Batik Pekalongan
Sumber gambar www.citosmagz.com. 
Adakalanya kami memakai seragam batik di hari tertentu. Waktu SMA saya memakai seragam batik di hari Rabu dan Kamis. Bukan hanya sekolah saya saja yang menerapkan peraturan semacam itu. Sekolah-sekolah lain di wilayah Pekalongan pun melakukan hal yang sama. 

Saat SMP pun saya mendapat mata pelajaran khusus (muatan lokal) mengenai seni membatik (batik tulis). Saya ingat, pada waktu itu saya membuat motif burung merak. Yah, saya memang mempunyai minat yang cukup tinggi terhadap seni rupa, jadi saya pikir mata pelajaran ini sangat menyenangkan. Sama sekali tidak membosankan. Selain membuat motif, saya juga belajar memegang canting dengan benar. Mengatur volume api dari kompor batik (agar malam tidak terlalu kental dan tidak terlalu cair). Merendam kain batik yang sudah jadi dengan air mendidih (agar lapisan malamnya meleleh). Menjemur kain tersebut hingga kering. Saya akui memang cukup rumit proses pembuatan batik tulis. Maka saya memaklumi ketika batik tulis dihargai sangat tinggi jika dibandingkan batik cap atau printing. Harga satu buah batik tulis bisa mencapai ratusan ribu hingga jutaan rupiah. 

Di sepanjang Jalur Pantura (Pantai Utara) Pekalongan, kamu bisa menemui sentra-sentra industri kreatif batik jika kamu mau singgah barang sebentar. Salah satu yang terkenal adalah Grosir Batik Setono. Pernah mendengarnya sebelumnya? Nah selain Grosir Batik Setono, kamu juga bisa mengunjungi International Batik Center (IBC) yang ada di Wiradesa. Lokasi IBC cukup dekat dengan SMA saya. Kalau kamu mau cari batik dengan harga terjangkau dan bisa ditawar datanglah ke Grosir Batik Setono. Namun, kalau bujet belanjamu berlebih dan kamu mau cari batik dengan kualitas premium mampir saja ke IBC. 
International Batik Center via Google Map
________________________________________________________________________________ 
(BATIK STORY 2) MEMORI MASA KULIAH 

UNY, Yogyakarta, 2013. 

Apa yang kamu kerjakan di masa-masa aktif kuliah? Kalau saya selain organisasi, saya pernah jualan boneka. Saya enggak sendiri. Saya dibantu 3 rekan saya. Karena saya anak akuntansi, saya diminta menjadi manajer keuangan pada usaha kecil yang kami dirikan bersama. Sedangkan 3 rekan saya yang lain, Ike (anak teknik busana angkatan 2011), Aldi (anak biologi angkatan 2012), dan Meita (anak biologi angkatan 2009) mempunyai peranan yang berbeda. Ike menjadi direktur utama, Aldi menjadi manajer produksi, sedangkan Meita menjadi manajer pemasaran. Di sini kami belajar bagaimana berwirausaha. Kami belajar dari nol, mulai dari mengkonsep produk, merencanakan pemasaran, mencari pemasok, membuat laporan keuangan dan sebagainya. 

Gagasan kami cukup sederhana, kami mengkonsep boneka aromaterapi berbusana batik. Lho kok bisa? Bisa saja. Ide ini datangnya dari Ike dan Meita. Boneka yang kami buat nantinya diberi aromaterapi di dalamnya sehingga jika dipeluk tercium aroma wewangian. Aromaterapi lavender adalah yang kami pilih. Sedangkan bahan batik yang kami gunakan untuk baju boneka berasal dari perca batik yang kemudian kami daur ulang (recycle) menjadi busana boneka. 

Kami lebih memilih perca batik dibandingkan kain batik utuh. Ada beberapa alasan yang mendasarinya. Pertama, kami ingin menjadikan perca batik sebagai produk yang memiliki value added dan nilai ekonomis. Yang kedua, daripada kain perca tersebut dibuang begitu saja atau dibakar dan bisa mengakibatkan polusi udara lebih baik kami daur ulang menjadi baju boneka. Ketiga, dengan menggunakan kain perca batik, setidaknya kami bisa menghemat anggaran dan mengurangi biaya produksi per unit. 

Darimana kami mendapat sumber modal? Pernah ikut semacam research grant enggak? Hibah penelitian gitulah. Nah sumber modal kami bukan karena patungan. Kami membuat proyek dan mengajukan proposal melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang wirausaha kepada Dikti. Proyek kami disetujui, akhir selama setahun saya dan tim menggarap usaha boneka berbusana batik dan beraromaterapi tersebut. Nama brand yang kami usung adalah Barbara Queen. 

Pengalaman ini begitu berharga dan tidak saya dapat di bangku kuliah. Melalui bisnis boneka berbusana batik ini, saya belajar bagaimana menjual produk, memburu perca batik ke pengrajin batik di Sleman dan Kota Jogja, mencari dan mengujicoba jenis-jenis aromaterapi agar wanginya pas untuk boneka, mencari rekanan, mencatat pembelian dan penjualan. Saya dan teman-teman juga pernah buka stan di alun-alun kidul saat ulang tahun TVOne yang ke lima (2013). Selain itu, saya juga jualan di Sunmor dan GOR UNY.

Berikut saya lampirkan desain awal boneka tersebut. 
Dokumentasi pribadi. Boneka aromaterapi berbusana batik ala Padang, Jepang dan Korea
Berikut hasil jadi boneka tersebut. Namun yang saya tampilkan di sini hanya dua model saja yakni boneka berbusana batik ala Jawa dan Jepang. Dua boneka ini sifatnya customized alias kami desain sendiri. Di bagian belakang ada ritsleting. Di dalamnya bisa diisi aromaterapi lavender (bentuk padat seperti kapur barus).  Di pasaran boneka jenis itu tidak ada. Kami pun menjual dengan jumlah terbatas.

Sedangkan boneka LINE dan boneka hewan kami pesan khusus dari supplier di daerah Solo. Di dalam boneka-boneka tersebut sudah dimasukkan aromaterapi lavender. Jadi jika dipeluk wanginya bisa kecium.
 
Dokumentasi pribadi. Boneka berbusana batik ala Jawa dan Jepang
Dokumentasi Pribadi. Boneka Line Merah Berbalut Perca Batik (Busana ala Padang)
Dokumentasi Pribadi. Boneka Panda Berbalut Perca Batik (Busana ala China)
Dokumentasi Pribadi. Boneka beruang Berbalut Perca Batik (Busana ala Eropa)
Dokumentasi Pribadi. Hello Kitty Berbalut Perca Batik (Busana ala Korea)
Dokumentasi Pribadi. Happy Cow Berbalut Perca Batik (Busana ala Eropa)
Dokumentasi Pribadi. Boneka Line Tak Berbusana Batik
Dokumentasi Pribadi. Barbara Queen Collection
Dokumentasi Pribadi. Barbara Queen Collection
Dokumentasi Pribadi. Saya dan rekan.
Dokumentasi Pribadi. Saya dan Rekan.
Dokumentasi Pribadi. Meita (kiri) dan Ike (Kanan)
Dokumentasi Pribadi. Arinta (kiri) dan Aldi (kanan)
Sayangnya kerjasama ini cuma berlangsung setahun. Tahun berikutnya (2014). Saya, Ike, dan Aldi tidak meneruskan usaha ini. Ada satu dua alasan yang membuat saya memilih berhenti. Saya lebih memilih fokus kuliah dan organisasi, demikian pula Ike dan Aldi. Hanya Meita yang saat ini tetap konsisten menjalankan bisnis ini.

Apa mimpi Arinta selanjutnya? Hmmm...saya mempunyai impian suatu hari bisa punya bisnis boneka sendiri. Saya ingin sekali memperkenalkan  boneka dalam balutan batik ke luar negeri. Go internasional gitulah kalau kata Agnes Monika. Doakan ya teman-teman semoga impian saya kelak bisa tercapai. Ini cerita saya, apa cerita teman-teman?

*Lokasi pengambilan gambar : Hotel UNY & Fakultas Ekonomi UNY

Postingan ini diikutsertakan dalam kompetisi blog #KainDanPerjalanan yang diselenggarakan Wego

Minggu, 11 Oktober 2015

The Thumb Generation #GoForIt (Percakapan 2 Anak Muda di Suatu Kafe)

GARDEN CAFE, Yogyakarta 2015.

"Mbak sendirian?" tanya seorang seorang pemuda beralis tebal tak jauh dari tempatku duduk. Sepertinya pemuda itu mengamatiku sedari tadi.

Tanpa berkata-kata, aku berusaha tersenyum. Meski sedikit dipaksakan. Aku kembali menekuri laptop. Sebenarnya aku sedikit kesal hari ini. Ini karena temanku Melanie mendadak membatalkan pertemuannya denganku siang ini. Tanpa pemberitahuan sebelumnya. Padahal dia sudah berjanji akan menemaniku di acara Build Your Personal Brand On Social Media yang akan berlangsung pukul 14.00 WIB nanti. Aku sudah membeli 1 tiket khusus untuk Melanie. Satu tiket setara dengan uang makan plus transportasiku selama 2 minggu. Kebayang enggak sih betapa sia-sianya tiket yang sudah aku beli. 

Kekesalanku bertambah ketika video TEDx yang aku tonton di youtube mengalami buffering. Aduh lambatnya minta ampun. File dalam format Pdf yang aku kirim ke Aryo gagal terus dari tadi. Sepertinya terdapat gangguan jaringan yang cukup serius. Aku pun kesulitan mengupload gambar dan video ke blogku. Aku membuka facebook, ada dua pesan masuk dan 8 notifikasi. Namun aku tak bisa membuka pesan maupun notifikasi tersebut. Lagi-lagi karena gangguan jaringan.

Kira-kira siapa ya yang mengirim 2 pesan tadi?

Aku gelisah. Pikiranku kemana-mana. Aku enggak bisa memusatkan perhatian. Jemariku mengetik-ketikkan tuts keyboard. Seolah-olah menulis sesuatu. Padahal tak ada aktivitas yang berarti. Sesungguhnya aku berupaya menyembunyikan kegundahanku. 

Apakah pemuda tadi belum beranjak dari kursinya? Sedari tadi dia sibuk berkutat dengan laptopnya. Sesekali aku mencuri pandang ke arahnya. Sial, sepertinya dia tahu gerakan ekor mataku. Aku pun pura-pura membenarkan letak kacamataku. 

Lima menit berlalu. Aku kembali menoleh ke meja seberang. Memastikan bahwa pemuda itu masih ada di situ. Eh kok enggak ada? kemana dia? 

Mendadak diriku dikagetkan oleh sebuah suara. 

"Maaf Mbak mengganggu, ini saya belikan vanilla latte dingin." 

Tahu aja kalau aku suka banget sama vanilla latte. Eh, pemuda tadi ya? Ada angin apa nawarin aku vanilla latte. Pasti ada maunya. Jangan-jangan aku mau diprospek MLM. Atau minuman ini sudah dikasih jampi-jampi? 

Dia masih tetap berdiri di situ sembari memegang satu cup vanilla latte ukuran sedang.

Tiba-tiba ponselku bergetar. Sebuah sms masuk. Kubaca sms itu. Nara mau menggantikan Melanie menemaniku ke acara Build Your Personal Brand On Social Media. Tak hanya itu, dia juga akan menebus harga tiket yang sudah kubeli. Aku bersorak dalam hati. 

"Wah sepertinya, kamu sedang bahagia Miss." Dia berkata sembari tersenyum. "Boleh aku duduk?"

"Ya tentu saja, silakan." Duh goblok banget yah aku. Mempersilakan orang yang tidak aku kenal untuk bercakap bersama di satu meja. 

"Kamu Arinta kan? Yang waktu itu ikut lomba esai di UGM?" 

What?!

"Ah iya, enggak salah lagi, kamu Arinta. Aku Ferdian. Entah kamu ingat atau tidak, waktu seminar dan pengumuman lomba esai aku persis berada di belakangmu. Kamu juara 2. Aku juara harapan 1. Waktu itu kamu buat tulisan dengan judul Social Media As Intagible Asset On You. Selisih skormu 4 poin dengan Niken yang dapat juara 1. Kamu memperoleh skor 867, sedangkan Niken 871."

Kali ini aku tercengang. 

*** 

"Apa kamu ada masalah? Sepertinya kamu gelisah?" 

Ih nih orang udah kayak cenayang aja. Bisa membaca isi hati orang. 

"Iya nih Fer. Aku enggak bisa ngirim file dan mengunggah video serta gambar ke blog. Baik pakai Wifi ataupun modem sama aja. Jaringannya lemah."  

"Kamu pakai kartu apa?" Tanya Ferdian. 

Aku kemudian menyebutkan salah satu produk dari perusahaan penyedia jasa internet di Indonesia. 

"Kamu pernah coba Smartfren 4G LTE Advanced sebelumnya?" 

Aku menggeleng. 

"Smart...For ji...Azwan bisa diulangi?" 

"Smartfren 4G LTE Advanced Nona Manis." 

Kemudian Ferdian bercerita dengan penuh semangat tentang Smartfren 4G LTE Advanced tersebut. 

***
"Coba Ta kamu pakai jaringan 4G LTE Advanced dari Smartfren ini. Mau upload gambar dan video ke blog, nonton streaming di youtube, akses social media enggak pake nunggu lama. Waz... Wuz deh kecepatannya. Ferdian membuka laptopnya, kemudian menjelaskan melalui sebuah video berdurasi singkat.
Aku hanya manggut-manggut sambil mendengarkan. Kemudian Ferdian mencoba menguraikan perbandingan dan perkembangan teknologi jaringan komunikasi mulai dari generasi pertama hingga generasi ke empat. Generasi internet cepat dan stabil.
Smartfren 4G LTE Advanced #GoForIt
"Jika diibaratkan nih Ta, generasi pertama menggunakan analogi para pejalan kaki. Bisa sih sampai tujuan, tapi cukup lama. Menguras waktu dan energi. Agak naik kelas dikit, generasi 2G, dianalogikan seorang pengendara sepeda onthel atau sepeda motor. Generasi ke tiga anggap saja sebagai pengendara mobil. Nah generasi keempat adalah generasi pengguna jet turbo. Sekedipan mata langsung sampai tujuan. Apa enggak cepat itu? 

"Yeah...Masuk akal analoginya."

"Eniwey, kamu kalau ke kampus naik apa Ta?" 

"jalan kaki." jawabku singkat. 

"Wah, Arinta... kapan-kapan aku anter deh ke kampus. Masa jalan kaki mulu. Apa enggak pegel?" 

Aish nih orang ujung-ujungnya modus deh. Sotoy banget sih! Sok care. Sebal deh aku! Nara ayo segera ke sini. Selamatkan aku dari orang sotoy ini.

"Enggak apa-apa kok Fer. Lagian aku sudah biasa jalan kaki. Itung-itung olahraga hehehe...." Kucoba bersikap setenang mungkin. 

"Diminum atuh Neng Vanilla Latte-nya. Entar keburu cair esnya." 

"Makasih ya Fer. Vanilla Latte emang favoritku." 

Tak selang berapa lama, Ferdian mengeluarkan ponsel pintar di sakunya dan menjawab beberapa pesan singkat. Ferdian memakai Andromax R. Apa Andromax R? Aih dari dulu aku pengin banget punya Andromax R. Dengan RAM 1 GB, kamera berkapasitas 8 MP dan juga internal memory 8 GB aku bisa mengabadikan banyak foto dan merekam video! Udah gitu ada external memory hingga 32 GB. Tentu ini memudahkanku dalam dunia blogging. OS-nya aja udah generasi android teranyar. Android Lollipop 5.0. Juga dilengkapi dengan prosesor Qualcomm MSM8916 Snapdragon 410. Dukungan dari jaringan smartfren 4G LTE advanced menambah performa ponsel cerdas tersebut dalam hal pengambilan data dan akses internet cepat. Kurang apa lagi coba? 
Andromax R
Ponselku sendiri tergolong udah ketinggalan zaman, keypadnya masih QWERTY. Kameranya enggak ada 3 MP. Jaringan nirkabel seluler yang diusung masih dalam bentuk 3G. Pokoknya masih kalah jauhlah dengan teknologi generasi ke empat Andromax 4G LTE. Generasi internet cepat.
________________________________________________________________________________
INOVASI DISRUPTIF DI ABAD 21 

"Kamu lapar Ta? Aku pesankan sesuatu ya untuk dimakan?"

"Enggak perlu Fer, lagian 30 menit lagi aku mau cabut. Aku ada acara siang ini."

Tak terasa hampir 45 menit aku mengobrol dengan Ferdian. Untuk ukuran orang asing, sebenarnya Ferdian adalah orang yang seru untuk diajak ngobrol. Tapi, awas saja kalau habis ini aku diprospek. Semoga Ferdian bukan agen MLM abal-abal yang berusaha menggaet seorang downline.

"Acara apa?"

"Build Your Personal Brand On Social Media di Jogja Digital Valley."

"Wah kayaknya seru. Apalagi untuk blogger kayak kamu Ta. Kudu ikutlah"

"Ayo gabung ke sana." Tawarku.

"Wah sayang sekali aku enggak bisa. 1 jam ke depan aku mau ke UGM. Ada seminar tentang inovasi disruptif."

"Inovasi disruptif? Kayak pernah dengar."

"Yups sebagai seorang digital marketer aku kudu mempelajari hal-hal baru terkait bidang yang aku geluti. Nah inovasi disruptif adalah salah satunya, sebab ia adalah salah satu fenomena menarik untuk diamati dan dikaji." Urai Ferdian

Makanan yang Ferdian pesan sudah datang.

Ferdian lalu melanjutkan. "Inovasi disruptif tidak hanya mengubah pasar lama dan menciptakan pasar baru, tetapi juga memberikan kemudahan dan efisiensi. Contoh inovasi disruptif yakni munculnya aplikasi Gojek. Atau kalau di luar negeri sono ada Uber Taxi. Dengan berbekal ponsel cerdas, seorang tinggal klik dan konfirmasi di daerah mana mau dijemput. Memang akan timbul gejolak dan resistensi pada awalnya, tetapi inovasi ini telah menciptakan pangsa pasar baru. Mereka adalah generasi melek digital. Sebagai tambahan, baik pengguna layanan maupun driver Gojek sama-sama diuntungkan, sebab inovasi ini berhasil mengurangi masa tunggu atau idle time yang tidak efektif"

"Hmmmm... analisa yang menarik."

"Tak hanya itu saja Ta. Coba perhatikan, inovasi-inovasi cloud storage seperti Dropbox, Google Drive, Soundcloud, dan sebagainya. Dengan berbekal internet, kita bisa menyimpan, mendokumentasikan dan mengirim data-data penting dalam sebuah aplikasi. Termasuk tugas-tugas kuliah, data organisasi dan juga bisnis. Untuk blogger dan penulis boleh juga tuh menyimpan catatan atau ide-ide di aplikasi macam Edvernote. Sebelum catatan atau ide-ide tersebut diramu menjadi sebuah tulisan utuh dan dipublikasikan."

Vanilla Latte yang kuminum sudah habis.

"Apakah perkembangan teknologi jaringan komunikasi selular dari generasi pertama hingga ke empat termasuk inovasi disruptif?"

Ferdian menanggapi." Kukira bukan. Itu masuk kategori inovasi berkelanjutan atau sustainable innovation karena ada tahap-tahapan dan penyempurnaan dalam perkembangannya. Kalau inovasi disruptif muncul dengan cara-cara baru dan mengubah cara lama. Secara tiba-tiba merusak pola. Dulu Steve Jobs benci banget sama bentuk komputer jadul. Udah gede. Enggak portable lagi. Kemudian dia berinovasi dengan Apple. Maka lahirlah inovasi-inovasi kekinian macam ponsel cerdas dan tablet dengan mengusung merek dagang iPhone dan iPad. Inovasi tersebut terus berlanjut hingga sekarang dan juga diikuti para kompetitornya. So, terkadang disruptive innovation mampu menciptakan sustainable innovation.

"Wah seru nih Fer kayaknya. Aku jadi kepikiran buat artikel di blog mengenai inovasi disruptif dan inovasi berkelanjutan."

"Buat aja. Tapi jangan lupa tetap perhatikan koneksi internetmu. Jangan sampai pas asyik-asyik mau posting tulisan atau unggah video jadi gagal karena bermasalah dengan jaringan."

"Tenang Fer. Entar aku coba akses internet cepat ala smartfren 4G LTE advanced."
________________________________________________________________________________
GENERASI THUMBIEST DAN INTERAKSI DI ERA DIGITAL 

"Kita ini generasi thumbiest yang hidup di era digital Ta"

"Apa? teletubies?"

Ferdian tergelak,"Ya elah blogger satu ini agak lola ya ternyata. Bukan teletubies. Thumbiest dari kata thumb. Thumbiest generation bisa dikatakan generasi para jempoler."

Aih, aku jadi malu dan sebel sendiri dikatain lola. Sabar Arinta. Sabar.

"Bayangkan betapa mudahnya kita memberikan like pada sebuah status, me-retweet via twitter, atau me-regram via instagram, re-share postingan di blog atau website. Muncul pula istilah-istilah baru di dunia social media macam selebtube, selebblog, selebtwit, selebgram yang diikuti ratusan bahkan ribuan follower. Ada pula orang-orang dengan spesialisasi di bidang instagram, facebook, twitter, dan youtube marketing. Mereka ini bisa dikatakan sebagai generasi jempoler. Mereka bisa juga kamu ataupun aku."
@Captainruby, seorang food blogger dan instagram user yang memanfaatkan kepiwaiannya di bidang fotografi makanan
"Adakah ciri dari generasi jempoler ini Fer?"

"Sebenarnya cukup banyak. Namun, salah satu ciri generasi jempoler yang menonjol yakni bisa dilihat karakteristiknya yang melek digital, kemampuan multitasking dan juga kepiwaiannya dalam memanfaatkan teknologi digital tersebut. Membuat game character sambil mendengarkan musik. Membalas email  sembari ber-social media. Jualan online, melayani pelanggan, sembari mengunggah video di youtube. Posting tulisan di blog sembari membuat infografis keren. Ya seperti itulah kira-kira Ta..."

Tak salah kamu jadi digital marketer Ferdian, batinku. 

Ferdian menambahi,"Internet memudahkan segalanya. Dengan sekali klik para emak bisa mencari aneka resep masakan dan kue. Para marketer bisa menarget segmen pasarnya dengan tepat. Para pelajar bisa mengikuti berbagai kursus online untuk mendongkrak prestasi akademik. Para seniman bisa berbagi karya. Para petani bisa memantau harga-harga di sektor komoditas dan pertanian. Para traveller pun dimudahkan akses terhadap hobi jalan-jalannya. Dan masih banyak dampak positif dari internet"

"Ngomong-ngomong soal dampak positif internet, aku jadi teringat beberapa waktu lalu dunia sosmed ramai membicarakan kematian Salim Kancil. Bahkan tim kerja Perempuan dan Tambang mengajukan petisi melalui change.org untuk mengungkap dan mengusut kasus pembunuhan Salim Kancil di Lumajang." 

Ferdian sedikit menyela,"Aku juga mengikuti beritanya kok Ta. Silakan lanjutkan."

Atas kejadian tersebut, para netizen tak tinggal diam. Mereka terketuk hatinya untuk berbuat sesuatu. Kabar terakhir yang kudengar, sekitar 49.680 masyarakat dunia maya telah mengklik petisi beasiswa untuk anak Salim Kancil.  Coba tebak Fer, berapa dana yang terkumpul dari aksi fundraising itu

"Setahuku target donasi sekitar 20 juta."Jawab Ferdian. "Tapi aku estimasi dana yang terkumpul sekitar 25 juta."

"Bukan 25 juta Fer, tapi 36 juta dan jumlahnya kemungkinan akan terus bertambah."Kataku.

"Internet mengubah segalanya ya Ta?"

"Yups, Selamat datang di era digital"

"Arinta cukup aware ya terhadap hal-hal seperti ini."

Ah aku tersipu.

"Generasi jempoler..." aku terdiam beberapa saat,"memang cukup menarik untuk diamati."
Dangin Dauh, Rekan Arinta di organisasi sedang memanfaatkan kemudahan teknologi digital
"Sebagai anak akuntansi pasti kamu pernah dapat mata kuliah e-commerce kan Ta?"

"Enggak ada mata kuliah e-commerce, tapi beberapa subbab di mata kuliah etika bisnis dan audit keuangan pernah menyinggung hal tersebut. Kenapa Fer?"

"Ya aku sebenarnya pengin diskusi lebih lanjut tentang itu. Bukan hanya e-commerce, tetapi juga e-tax, e-payment, dan juga e-banking. Dengan adanya fasilitas itu, para jempoler diuntungkan. Mereka enggak perlu repot-repot ketika melakukan transaksi online maupun offline. Tinggal klik-klik. Beres."

Deg! aku jadi malu. Pengetahuanku di bidang itu masih dikit. Padahal aku kan anak akuntansi. Duh.

"Kamu kenapa Ta? Ekspresimu kok aneh gitu. Grogi ya liat orang ganteng?"

Nih orang lama-lama pengin aku lempar sendal.

"Enggak apa-apa kok. Cuma mikir, temanku kok belum dateng-dateng ya?" Kucoba mengalihkan perhatian.

"Ya udah kalau gitu aku juga mau cabut nih. Siap-siap ke UGM. Eh sebentar, by the way kamu udah tahu ada lomba blog dari smartfren 4G LTE advanced?"

"Belum Fer."

"Hadiahnya keren lho. Selain uang tunai kamu bisa dapetin Andromax EC."
Andromax EC
"Terima kasih Fer infonya. Entar aku coba ikut. Siapa tahu bisa dapet Andromax EC hehehe... Kemungkinan jika aku ikut lomba itu aku akan menulis tentang interaksi para jempoler di social media."

"Boleh aku kasih saran Arinta. Bagaimana kalau judul postingan tersebut The Thumb Generation #GoForIt ?"

"Boleh tuh idenya."

"Tulislah bagaimana generasi jempoler berinteraksi di era digital. Itu menarik. Ya siapa tahu kamu bisa jadi jawara. Jangan lupa tulislah dengan hati. Aku tahu kamu bisa Arinta!" Ferdian menyemangatiku.

"Well, aku tampung usulmu. Thanks berat Ferdi. Enggak sia-sia aku menghabiskan waktu 1,5 jam ngobrol denganmu." Kali ini senyumku tulus.
Lomba blog Smartfren 4G LTE Advanced #GoForIt
"Oh ya ini kartu namaku. Di situ juga ada semua social media yang aku pakai berikut nomer ponselku. Jika butuh bantuan jangan segan-segan menghubungiku. Aku duluan ya? See you next time"

Kuambil kartu nama yang dia sodorkan.

Ferdiansyah Semesta. Multimedia Amikom angkatan 2010. Digital Marketer & Strategist planner. Demikian biodata ringkas Ferdi yang tertulis di kartu nama. Ah Ferdi, ternyata kamu tidak seperti yang aku bayangkan. Maaf ya tadi telah berpikir yang bukan-bukan. Kamu keren. Baru 22 tahun sudah menggeluti dunia digital marketing dan perencanaan strategi bisnis. Hmmm Eniwey, kamu masih jomblo udah mengerjakan skripsi belum Fer?


________________________________________________________________________________
Alhamdulillah postingan ini berhasil meraih award pertamanya (ini pertama kali saya mengikuti lomba blog dan postingan ini berhasil merebut perhatian dewan juri). Ada ratusan postingan dari blogger berpengalaman atau senior dengan infografis yang memukau. Namun postingan ini dipilih juri menjadi 10 postingan TERPILIH. Ah mungkin ini hanya keberuntungan saja. Dikenang? Oh tentu saja momen ini akan dikenang. Berikut daftar para pemenangnya :

Inilah Pemenang Lomba Blog Smartfren #GOFORIT!
________________________________________________________________________________