Minggu, 10 Januari 2016

Hanya Mimpi-Mimpi Sederhana

________________________________________________________________________________
So am i wrong? For thinking that we could be something real?
Now am i wrong? For trying to reach the things that i can't see?
But, that's just how i feel. Trying to reach the things that i can't see
(Am I Wrong, a song by Nico & Vinz)

Yogyakarta, 10 Januari 2016

Saya mau sedikit bercerita, tolong dengarkan baik-baik...

Di penghujung tahun 2014, saya merasa jenuh dengan rutinitas yang hampir monoton dan saya nyaris bosan hidup di Kota Gudeg dengan segala kompleksitasnya. Kemudian, Seorang sahabat SMA yang lama tak berkabar membalas inbox facebook saya. Kami bercerita banyak hal. Mulai dari proyek riset yang ingin digarapnya hingga kenangan masa SMA yang pernah kami jalani bersama. Baiklah, saya perkenalkan sahabat saya tersebut, namanya Winarni

Saya mengagumi sahabat saya satu ini. Dia bukan tipikal gadis manja. Dia sangat tough dan penuh semangat. Portofolionya sangat menarik. Saat duduk di bangku SMP Win ditunjuk sebagai ketua PMR Madya sekaligus ketua OSIS SMPN 1 Siwalan Kabupaten Pekalongan. Di luar sekolah, Win ditunjuk sebagai ketua Komunitas Apresiasi Sastra. Prestasi akademiknya juga tak kalah keren. Win selalu menyabet ranking 1 pararel di sekolahnya. Win juga sering diminta untuk menjadi delegasi sekolah di ajang Olimpiade Sains, Lomba Cerdas Cermat (LCC), dan lomba orasi. Saat Ujian Nasional (UN), Win mendapat nilai 10,00 untuk mata pelajaran matematika. Sangat sempurna. Bahkan Win dinobatkan sebagai siswa peraih nilai UN tertinggi kedua se-Kabupaten Pekalongan. Total nilai yang berhasil diraih Win adalah 27,80 dengan range 30,00 untuk 3 mata pelajaran yang diujikan (Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan matematika). Saya sendiri mendapat nilai total 27,33. Kalah jauh dah sama Win. Saingat berat nih!

Di SMAN 1 Wiradesa-lah kami dipertemukan (tahun 2008). Di kelas yang sama. Kelas X.I dengan wali kelas Bu Tri Lasmini. Wali kelas kebanggaan kami. Saat itu antusiasme Win pada sains sudah jelas terlihat. Sedangkan saya lebih menyukai berkubang di perpustakaan. Mencium kesunyian dan aroma buku-buku tua. Selain jatuh cinta pada dunia fiksi, saya juga tergila-gila pada mata pelajaran Bahasa Inggris. Demi itu, saya memilih bergabung di ekstrakurikuler English Speaking Club (ES-Club). Pada tahun 2009 saya ditunjuk sebagai Vice President of ES-Club oleh Pak Anang Widhiarso selaku pembina ES-Club saat itu. Memang anggota ekstrakulikuler ES-Club tidak sebanyak PMR atau Pramuka. Hanya sedikit siswa yang minat di bidang tersebut. Sedangkan Win sendiri terpilih sebagai ketua Klub Karya Ilmiah Remaja (KIR). Kecintaanya pada sains dan dunia penelitian membawanya hingga sejauh itu.

Selepas lulus SMA di tahun 2011, saya mendapat kesempatan kuliah di Universitas Negeri Yogyakarta dengan beasiswa bidikmisi. Sedangkan Win memilih bekerja mengingat biaya masuk perguruan tinggi tidaklah murah. Baru mulai tahun 2013, Win memutuskan menjejak di Universitas Ahmad Yani Bandung dengan mengambil konsentrasi bidang elektro. Selain kuliah, Win juga bekerja di salah satu perusahaan farmasi terbesar di Indonesia. 

Semenjak berpisah di tahun 2011, kami tidak pernah berkabar lagi. Ada spasi di antara kami. Terpisah jarak hampir 400 Km Jogja-Bandung. Saya sibuk dengan aktivitas baru saya sebagai mahasiswa. Win dengan dunia kerjanya.
Hingga sebuah notifikasi datang di chat box Facebook saya di penghujung tahun 2014. Tak lama kemudian terpikir oleh saya membuat sebuah tantangan. Ya, tantangan untuk saya sendiri dan Win. Saya menyebutnya dengan istilah DREAM PROPOSAL (Challenge Project 2015). Kami membuat daftar mimpi-mimpi yang akan kami kerjakan selama setahun dalam kurun waktu 2015. Formatnya dibuat sekreatif mungkin. Saya membuatnya hampir menyerupai proposal sponsorship, berikut 15 halaman isi. Ada bagian sampul, latar belakang, dan rincian target disertai analisis SWOT. Cukup detail memang. Setelah selesai, kami saling bertukar proposal mimpi melalui e-mail. Proposal yang Winarni buat cukup sederhana. 

Menilik kembali ke belakang, sepanjang tahun 2015, banyak hal yang telah saya lalui. Beragam cerita mewarnai keseharian saya. Saya tengok kembali proposal mimpi yang telah saya buat. Saya merasa hampir 87 % target-target saya tercapai. Hanya ada 2 hal yang belum saya selesaikan, kelar skripsi dan nulis buku. Karena satu dua hal skripsi saya tertunda. Saya pun belum bisa menyelesaikan tulisan saya hingga menjadi sebuah buku. Sebagai gantinya saya publish tulisan di blog. Dari blog saya berbicara. 

Salah satu target yang tercapai yakni mengikuti dan memenangkan kompetisi menulis. Setelah mengikuti beberapa lomba cerpen dan kalah, akhirnya di tahun 2015 salah satu cerpen saya menjadi juara 2 di ajang Journal Fun Week. Saya pun mengikuti essay Competition yang diadakan oleh PPI India bekerja sama dengan Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI New Delhi. Kompetisi ini diikuti mahasiswa Indonesia dari universitas di dalam dan luar negeri. Tercatat ada 1280 mahasiswa yang menjadi peserta. Esai saya dengan judul Meet the Maestro tidak menang sih, tetapi saya senang bisa berpartisipasi di dalamnya. 

Selain lomba cerpen dan esai, saya menjajal lomba blog. Alhamdulilah postingan pertama saya dengan judul The Thumb Generation #GoForIt masuk dalam daftar 10 tulisan terpilih tim juri Blogdetik & Smartfren. Oleh karena itu, saya mendapat uang tunai saya dan 2 free pass Voucher  ke Jungle Land. Yang paling berkesan yakni ketika postingan kedua saya berhasil meraih juara 1 di ajang ICRC Blog Competition. Cerita lengkapnya bisa kamu baca di Ada Cerita di Setiap Perjalanan. Alhamdullilah, padahal saya ngeblog belum ada setahun. Benar-benar momen tak terlupakan.
Awarding Night ICRC Blog Competition. Dokumentasi @ArintaSetia
Setahun berlalu, saya dan Win mengevaluasi mimpi-mimpi dan progress yang telah kami lakukan. Tahun 2016 ini, saya dan Win masih membuat tantangan (resolusi) lagi. Hanya saja, kali ini saya lebih menyederhanakan mimpi-mimpi saya menjadi 4 hal. Tidak seperti tahun 2016 yang begitu kompleks dan detail. Keempat hal tersebut yakni : 
________________________________________________________________________________
4. Upgrade Ilmu Melalui Seminar, Workshop, Talkshow, dan Bedah Buku
________________________________________________________________________________
Beruntung sekali saya tinggal di Kota Pelajar di mana ada banyak event keren bertebaran setiap tahunnya. Dari yang gratisan hingga berbayar. Temanya pun beragam. Mulai dari humaniora (sosial, budaya, dan politik), teknologi, creative writing, kewirausahaan, dan masih banyak lagi. Kita bisa milih satu atau dua tema yang klik di hati kita. Kalau saya sendiri lebih suka tema creative writing, jurnalistik, kewirausahaan, dan teknologi. Yups, mumpung masih jomblo seperti saya, tingkatkan ilmu dan kapasitas diri itu penting lho guys. Catet! 
________________________________________________________________________________
3. Ikut Kompetisi (Menulis, Fotografi, dan Video Kreatif)
________________________________________________________________________________
Bagi saya, salah satu cara mengasah kreativitas ya dengan mengikuti kompetisi. Tak peduli bagaimanapun hasilnya nanti, yang penting ikut. Justru karena hal tersebut, nyali saya semakin tertantang. Jika di tahun 2015 saya mencoba berpartisipasi di kompetisi menulis, di tahun 2016 saya ingin menjajal kompetisi fotografi dan video kreatif.
________________________________________________________________________________
2. Bergabung dengan Komunitas Minat dan Hobi
________________________________________________________________________________
Salah satu manfaat bergabung dengan komunitas minat dan hobi adalah adanya kesempatan berjejaring dan menimba ilmu. Misal bergabung di Blogger Perempuan aja saya sudah merasakan manfaatnya. Saya bisa bertanya-tanya mengenai dunia blogging dan social media. Saya merasa ilmu saya belum ada apa-apanya. Masih dikit banget. Saya kudu belajar banyak dari yang lebih ahli dan berpengalaman. Di Jogja saya tergabung dalam Komunitas Blogger Jogja (KBJ). Saya senang berada di dalamnya karena bisa ikutan acara-acara seru. 

Selain komunitas blog dan kepenulisan, tahun ini saya ingin bergabung di komunitas fotografi, misal di @kelaspagiyogya. Saya yang masih awam dunia fotografi bisa belajar dari para senior berpengalaman. Seperti beberapa hari lalu, @kelaspagiyogya mengadakan workshop foto dokumenter selama 5 hari. Ini menarik, tapi sayang saya telat mendapat infonya. Tak apalah, mungkin suatu hari saya diberi kesempatan yang sama untuk belajar hal tersebut.
________________________________________________________________________________
1. Wisuda
________________________________________________________________________________
Ini poin utama yang saya highlight, lulus kuliah. Momen inilah yang saya nanti-nanti. Setelah kuliah kelar saya bisa memfokuskan diri pada impian serta passion yang ingin saya kembangkan. Saya bisa bekerja full time atau partime. Bahkan freelance. Saya ingin belajar mandiri dan tidak tergantung pada orang lain. Saya ingin membanggakan orangtua serta menjadi kakak teladan bagi adik-adik saya. Demikian cerita mimpi-mimpi sederhana saya di tahun 2016. 

Satu hal lagi, saya punya informasi menarik buat kamu. Kamu punya keinginan di tahun 2016 ini? Kamu tertarik mendapatkan voucher belanja @Rp 300.000 dari Bilna? Jika jawabannya ya, kamu bisa mampir di shop page Bilna di Flipit. Ikuti quiznya dan semoga kamu bisa mendapatkan keduanya, mimpi-mimpimu serta voucher dari Bilna. Be Happy!

12 komentar:

  1. Semoga mimpi-mimpinya diijabah. Senang rasanya kalau banyak anak muda yang bersemangat :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aminnnnnn. Makasih banget Mbak Leila Hana :D

      Hapus
  2. Semoga semua impian terwujud.
    Sukses terus ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aminnnnn. Makasih Mak Lianny
      Sukses juga buat njenengan :D

      Hapus
  3. semoga segera lulus ya dek...aamiin... hebat euy, juaraaa...
    oya, suamiku dulu besar di pekalongan dek, tepatnya di Paninggaran. ayah mertua kebetulan dinas di Perhutani. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mbak Arinta : Wah amin banget mbak. Makasih :D
      Weleh suami mbaknya orang Paninggaran thooo berasa ketemu wong kalongan aja nih :D

      Hapus
    2. Aslinya sih Majalengka..hehe.. *Majalengkadigoyaaaang :p

      Hapus
  4. Semoga mimpi-mimpinya akan semakin indah di kemudian hari mbak, Sebuah pengalaman yang bisa menjadi inspirasi banyak kaum muda mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aminnnnn. Terima kasih Mas Isrofi :)
      Insya Allah. Saya sekedar berbagi. Setiap orang pasti punya pengalaman inspiratif untuk dibagi

      Hapus
  5. Bahasa dan alur ceritanya membuat betah membaca, terbawa aliran semangatnya.
    Selamaaaaat yah, kemampuan menulis mbak layak mendapat penghargaan ICRC n GoForIt.
    Terus berkarya dan membagikannya, manfaat buat khalayak.

    Mimpi sederhana dapat menjadi realita yg luar biasa...!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin hehehehe semoga bisa berbagi inspirasi
      Terima kasih Mysweet Ladyluck good luck!

      Hapus
  6. kereeen, anak anak muda yang penuh semangat

    BalasHapus