Selasa, 15 September 2015

Sepenggal Episodeku Dengan Linda Armitasari

Sabtu, 12 September 2015

Sore itu setelah sekitar pukul 16.00 WIB, Mbak Linda Armitasari datang berkunjung ke Rumah Cinta Ulya. Mbak Linda datang bersama keponakannya, Vivin. Perlu diketahui bahwa Mbak Linda merupakah salah satu UlyaMate alias pernah menghuni kos Ulya. Baru beberapa bulan Mbak Linda meninggalkan Ulya. Meninggalkan kenangan dan kesan mendalam bagi kami. Bersama Vivin, Mbak Linda tinggal di kos baru yang lokasinya berada di daerah Ngampilan. 

Mbak Linda kuliah di Universitas Negeri Yogyakarta angkatan 2010 dan mengambil program studi ilmu fisika. Di sela-sela aktivitasnya sebagai admin di Nusantara Peduli (lembaga yang bergerak di bidang sosial dan dakwah), jualan jilbab dengan brand El-Theta Collection (baru berjalan kurang lebih 3 bulan), terkadang Mbak Linda meluangkan waktu mengikuti kajian-kajian keagamaan yang diadakan di masjid-masjid di sekitar kampus.

Apalagi pas bulan Ramadahan kemaren, pernah kami berangkat bersama mengikuti kajian di Masjid Nurul Asri Deresan (Masjidnya asyik lho, sering mendatangkan ustadz dan ustadazah kondang dari ibukota). Terakhir aku ikut kajian sekitar bulan Agustus. Masjid Nurul Ashri kala itu mendatangkan seorang imam besar Islamic Center di New York, Imam Syamsi Ali. Wuihh aku sampai mencermati setiap tutur kata yang keluar dari mulut beliau. Sempat aku mau buat postingan khusus tentang beliau di blog ini. Namun hingga kini belum sempat. Intinya Imam Syamsi Ali begitu hebat bisa membuka dialog terbuka terhadap Rabi yahudi, pemimpin umat kristiani serta politisi di kota New York. Yah tahu sendirilah, pasca tragedi 11 September, Amerika memiliki ketakutan yang besar terhadap islam (Islamofobia).

Aku sendiri kalau ikut kajian akan memilih topik tertentu. Topik bahasan yang aku suka diantaranya muslim entrepreneurship, parenting, islam dan sains, serta sejarah peradaban islam. Pun meski aku tidak mengikuti kajian, aku masih bisa belajar via internet atau buku. Terkadang aku berpikir ingin bertemu dengan seorang yang mendalami sejarah peradaban islam. Berdiskusi tentang perkembangan sains dan teknologi,atau ilmuwan-ilmuwan muslim zaman dahulu serta temuan-temuan mereka terhadap ilmu pengetahuan. Aku merindukan sosok seperti Harun Yahya, yang menulis buku-buku tentang sains dan islam. Hingga kini aku belum menemukan sosok seperti itu. Semoga suatu saat nanti Tuhan Penggenggam Semesta memberikanku kesempatan bertemu dengan sosok yang demikian. Amin. 

Oke cukup sudah ceritanya. Kembali ke Mbak Linda. 

Kebersamaan kami (anak-anak Ulya) begitu terasa di hari sabtu dan minggu. Yups setiap Sabtu dan Minggu ba'da Subuh kami memiliki agenda khusus yakni Tahsin Quran. Dan Mbak Linda kami daulat sebagai guru tahsin kami

Mbak Linda orangnya sabar. Murah senyum. Cantik. Senang berbagi. Jiwa sosialnya tinggi. Perawakannya tinggi kurus. Mbak Linda, please ya makan yang banyak biar gemukan dikit.

Mbak Linda berasal dari Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Selain suka berbagi, Mbak Linda orangnya asyik. Pernah suatu ketika kami berdiskusi seru tentang pertanian di Sumbawa. Maklumlah, keluarga Mbak Linda adalah petani. Jadi tak heran ketika dia melempar topik ini sebagai bahan diskusi, aku adalah orang yang antusias untuk mendengarkan dan menanggapi. 

Kini Mbak Linda kuliah S2 di UGM dan tetap linier mengambil konsentrasi ilmu fisika. Aku ingat beberapa waktu sebelumnya, dia begitu sibuk mengunggah data dan persyaratan untuk masuk jenjang S2 di UGM. Mbak Linda mengunggah banyak berkas melalui koneksi internet. Berhubung kuota internetnya habis padahal sedang dalam proses unggah data, dia jadi risau. Takut-takut data-datanya tidak terunggah sempurna. Akhirnya Mbak Linda menghampiri menghampiri kamarku untuk meminjam kartu Tri-ku. Kamar kami memang bersebelahan. 

Hal yang paling berkesan saat aku bersama Mbak Linda adalah ketika puasa kemarin. Mbak Linda mengajakku berbagi rejeki nasi kotak kepada tukang becak, gelandangan, dan kaum duafa yang kami temui di jalan sepanjang UGM hingga Perempatan Sagan. Sudah kubilang bukan sebelumnya bahwa Mbak Linda jiwa sosial tinggi? 

Kedatangan Mbak Linda Sabtu kemarin ke kos Ulya memang sudah direncanakan jauh-jauh hari sebelumnya. Sebagai wujud syukur atas diterimanya di UGM, dia mentraktir seluruh penghuni Ulya di Warung Penyet Alamanda. Acara ini sekaligus launching brand jilbab El-Theta Collection. Eniwei Mbal Lind, makasih ya traktirannya. Sering-sering juga aku mau kok. Aih ngarep.com. Barakallah Mbak Linda. Semakin banyak rejeki dan dicintai. 

Coba aku absen dulu beberapa penghuni Ulya yang hadir saat itu. Ada my roommate Arum, juga Mbak Asih, Mila, Icha, Ningsih, Ira, Anis, dan Mbak rina. Yang tidak bisa hadir pada saat itu, Nurul Mutiara dan Hindun. Sayang sekali kalau enggak hadir, padahal ayam tulang lunaknya lezat lho. Sambalnya cetar membahana. Eh penting apa bahas kayak gini :p 

Ya udah sekian dulu deh ceritaku kali ini. Next time semoga bisa buat cerita yang lebih menarik. See ya!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar