Rabu, 16 September 2015

Ketika Laptopku Bermasalah


Ilustrasi gambar oleh @ArintaSetia
Hati-hati juga ya punya antivirus di laptop. Maunya sih buat melindungi laptop kita dari serangan marware atau virus-virus berbahaya, tapi terkadang antivirus itu sendiri yang memakan beberapa program penting di laptop. Hal tersebut menyebabkan laptop menjadi bermasalah, hang, dan beberapa program tidak bisa dijalankan. Ini yang aku alami 5 hari yang lalu. Tepatnya pada hari Jumat, 11 September 2015. 

Aku memakai Av**a Antivirus. Dulu aku juga pakai S**dav Antivirus. Setelah kupikir-pikir buat apa memakai 2 antivirus dalam satu laptop, so si S**dav akhirnya aku remove. Yang bertahan tinggal Av**a. 

Saat aku masih di kelas 3 SMA (tahun 2011), ayahku membeli laptop Asus seri K40I. Enggak baru sih, alias second. Namun kondisinya masih bagus. Kata beberapa temanku, Asus itu memang bandel jika dibandingkan laptop merek lain. Seri K40I dilengkapi dengan prosesor intel core 2 Duo, NVIDIA Geforce 310M, harddisk 250 GB, dan Ram 2 GB. 

Tahu enggak alasan ayahku beli seri ini pada waktu itu? Yey itu karena si sales bilang kalau performa si Asus cocok buat gamer karena dilengkapi NVIDIA Geforce 310M. Aku yang waktu itu enggak mudeng cuma manut ajalah. Dan setelah itu terinstallah game-game berat RPG dengan kualitas grafis HD macam Devil May Cry (DMC) 3, Prototype, Resident Evil 5. Game-game tersebut tentunya memakan space memori yang cukup besar. Contohnya si Resident Evil ketika aku liat di properties, kapasitasnya lebih dari 2 GB sendiri. Yang paling berat itu Prototype, 8,3 GB. OMG! Itu belum termasuk game-game lain seperti Zuma, Insaniquarium, Plant Vs Zombie (kalau yang ini mungkin kamu pernah main). 

Sedangkan untuk operating Systemnya sendiri aku masih pakai Windows XP. OMG! Beberapa temanku di organisasi pernah menyarankan untuk mengupgradenya saja menjadi Windows 7 atau 8. Namun aku tetep keukeuh mempertahankan Windows XP. Duh, aku ketinggalan banget ya! Enggak keren ah. 

Aku jadi ingat di tahun 2014 lalu, aku ikut workshop pembuatan game di ruang teater FT UNY menggunakan software contruct 2. Sebenarnya kita buat game sederhana kok. Yang pasti enggak perlu pemrograman yang ribet. Pada waktu itu kita belajar membuat game kartu, macam uno gitu yang kemudian diacak dan dicocok-cocokkan. Oleh kakak-kakak panitia, kita dipinjami flashdisk berisi Software Construct 2 dan modul pembelajaran dalam format Pdf. Nah ternyata consruct 2 enggak mau terinstall di laptopku, setelah dicoba beberapa kali, akhirnya aku menyerah. Kata temanku, Construct 2 tidak kompatibel dengan Windows XP. Tsahhhh menangis sendiri di pojokan. Upss lebai mode on. Untungnya kakak-kakak panitia, yang semuanya teman-temanku sendiri di organisasi Rekayasa Teknologi, mau berbaik hati meminjamkan salah satu laptopnya yang nganggur buat aku pakai. Problem solved.

Lho apa hubungannya cerita di atas dengan Av**a Antivirus? Wait, cerita ini belum selesai. Yuks lanjut. 

Kadang aku kasian sama laptopku. Udah programnya berat-berat. Kalau dipasang beberapa aplikasi tidak kompatibel. Bukan hanya construct 2 sih, software akuntansi MYOB dan juga Zahir student version enggak bisa terinstall dengan sempurna di laptopku. Di pertengahan tahun 2015 aku juga ikut suatu pelatihan menggunakan software statistik SPSS. Sudah bisa menebak kan apa endingnya? SPSS enggak mau terinstall di laptopku, meski trainernya sendiri yang menangani langsung. Ugh. Akhirnya, aku pinjam laptop panitia lagi deh. 

Sepertinya laptopku memang kudu dinstal ulang nih. Namun, saat itu belum ada niatan buat install ulang.

Pernah suatu hari, Si Av**a menyala merah dan mendeteksi ada malware berbahaya di laptopku. Kemudian aku klik scanning button. Aku pikir oke-oke aja sih. Kemudian keeesokan harinya ketika aku menghidupkan laptop, biasanya ada tampilan seperti gambar di bawah ini nih sambil loading.
Nah setelah prosesnya selesai, layar mendadak gelap dan ada tulisan aplikasi tidak bisa dijalankan. Kemudian ketika aku klik OK, baru aku bisa membuka Windows. Padahal sehari sebelumnya laptopku masih baik-baik saja. Untungnya hal tersebut tidak mengganggu program-program yang lain. Tapi kan aku jadi mangkel dibuatnya.

Cerita berikutnya adalah ketika DropBox, cloud storage yang aku pakai buat menguduh file tidak bisa dijalankan. Aku enggak bisa membuka Ms word dan Excel versi online. Padahal beberapa file di grup facebook yang aku ikuti hanya bisa dibuka meggunakan DropBox. Ini semua terjadi, karena lagi-lagi Si Av**a mendeteksi ada malware berbahaya dan langsung aku scan. Jadilah DropBox-ku error. Meski si DropBox sudah aku uninstall dan install ulang, tetap saja dia enggak mau kembali seperti sediakala.

Sempat gemes sendiri sih karena terkadang muncul semacam bug gitu, di mana kudu aku klik Ok berkali-kali hingga bug tersebut hilang. Ini kan mengganggu banget. Selain itu, laptopku enggak bisa menerima semua Flash Disk. Hanya Flash Disk tertentu. Padahal sebelumnya tidaklah demikian. Parah kan?

Puncak-puncak kekesalanku terjadi pada hari Jumat kemarin. Seperti biasa, si Av**a mendeteksi ada malware berbahaya. Namun kali ini aku sudah males menanggapinya. Kemudian aku klik control pannel, remove Av**a. Say goodbye to Av**a. Ternyata tanpa antivirus, enggak butuh waktu lama untuk membuka file yang berat. Was-wus. Jadi cepet.

Beberapa aplikasi yang berat atau jarang banget aku pakai, langsung aku remove. Banyak juga ternyata program-program yang sebenarnya enggak penting atau jarang aku pakai, tapi tetap aku pertahankan. Beberapa game berat sepert DMC 3 (aku enggak suka game ini), langsung aku uninstall. Aplikasi Inventor (aku pakai ini waktu pelatihan pembuatan desain alat) juga aku uninstall. 

Ada kesalahan cukup fatal ketika aku meng-uninstall program-program tersebut. Tanpa kuketahui ternyata aku me-remove data modemku. Ketika aku mencoba untuk menghubungkannya dengan internet, tidak bisa. Redial terus dan tidak ada sinyal satu pun. Aku tidak tahu bagaimana caranya menginstall kembali data modemku. Sudah aku coba beberapa kali tapi tetap tidak bisa. Aku menyerah. Seandainya ada anak IT di kosku, mungkin problem seperti ini bisa diselesaikan dengan mudah.

Keesokan paginya, si Laptop aku periksakan ke Hiro Computer Service. Berhubung Mas teknisi datangnya agak siangan, jadinya aku kudu sabar menunggu. Sambil terus aku utak-atik si laptop. Yey siapa tahu kan bisa kembali normal. Bosan nunggu, aku log off. Beberapa saat kemudian ketika aku mencoba log-in. Si laptop terkunci dengan password dan username yang aku tidak tahu. Tadi aku klik-klik apaan coba? Arinta sotoy deh.

Then, aku datangi tuh salah satu cabang Asus di Gejayan. Solusinya kudu install ulang. Kemudian, aku balik lagi ke kos. Aku sms temanku Deradi Harsi (anak IT 2011) dan juga Ibnu Hakim (anak elektronika 2012). Sms dari Dera gagal, sepertinya nomernya sudah ganti. Sedangkan dari Ibnu belum ada balasan.  Sebenarnya enak sih kalau punya teman anak IT atau elektronika yang jago di pemrograman. Aku bisa minta bantuan mereka untuk mengatasi masalah tersebut. Besok aku cari suami anak teknik aja ahhhh. Hadeh, Arinta sudah mulai OOT nih.

Skip. Skip. Lanjut.

Berhubung belum ada balasan sms dari Ibnu, sorenya aku datang kembali ke Hiro Computer Service, kata masnya, karena sudah seperti ini kudu diinstal ulang. Oke deh kali ini aku install ulang laptopku. Bukan karena aku takut datanya enggak bisa dibuka atau apa. Tapi memang selayaknya nih laptop kudu di-upgrade. Daripada error mulu, enggak bisa mendeteksi Flash Disk yang masuk, juga beberapa aplikasi enggak bisa dijalankan. Finally, aku bilang ke Masnya untuk upgrade ke Windows 7. Enggak tahu kenapa aku ogah Windows 8. Mungkin kapan-kapan aja. 

4,5 jam kemudian. Laptopku dah beres. Senang banget rasanya. Sekarang performanya lebih cepat. Lebih ringan.

Meskipun demikian, aku tetap sedih, karena kehilangan data, level, serta upgrade skill untuk game yang pernah aku mainkan, seperti Prototype 1. Aku main Prototype jika ada waktu luang. Aku sudah sampai level 5 kalau enggak salah. Udah melawan para bos (istilah yang merujuk pada musuh utama dalam game) di setiap level. Udah menyelesaikan misi-misi. Membunuh monster dan tentara jahat. Untuk kamu yang mentalnya enggak kuat dengan darah, aku saranin enggak usah main ini. Yang pasti aku bakalan kangen sama Alex Mercer dan juga rahasia dibalik kekuatan supernya. 

Well, ini tampilan dekstopku sekarang. Belum aku utak-atik lagi. Entarlah. Gampang.
Beruntung. Masih ada game-game seperti Zuma dan Plant Vs Zombie yang datanya masih tersimpan aman di Local Disk D. Meski untuk memulainya harus dari nol lagi. 
Yang penting jangan takut deh untuk belajar dari kesalahan. Jangan mudah panik jika mendadak mendapat problem. Tenang. Tenang. Tenang. Cari solusi!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar