Jumat, 03 April 2015

Cerita Yang Belum Utuh (Part #1 Aku & MJ)

Dear Sobat,

Sobat, pernahkah kamu memiliki seorang kawan sekaligus rival? Semangat juang dan prestasinya membuatmu iri? Ya aku punya. Dia adalah seorang rival sekaligus sahabat yang kukagumi. Seorang rival yang menginspirasi. Kamu ingin seperti dia, walau kamu bukan dia? Oh tidak... tidak, mari aku sedikit klarifikasi. Kamu ingin seperti dia, sehebat dia, tapi dengan caramu sendiri. Orisinalitas. Yang kamu perlukan adalah sesuatu yang muncul dari dirimu dan bersifat orisinal. Untuk menjadi hebat kamu tidak perlu menjadi orang lain. Karena aku percaya bahwasanya setiap manusia dilahirkan dengan keunikan masing-masing. 

Unik. Berbeda. The only one

Ibarat bermain game. Setiap pemain pasti memiliki sesuatu yang membedakan dirinya dengan pemainnya lainnya. Entah itu skill, strategy & tactic, kecepatan, senjata, level, dan sebagainya. Begitu pun dengan medan tempur yang harus dihadapi dan juga musuh-musuh. Setiap pemain memiliki caranya masing-masing agar bisa bertahan hingga garis akhir. Demikian pula dengan garis takdir yang diciptakan Tuhan. Tuhan telah menetapkan ukuran yang berbeda pada tiap manusia. Sepasang bayi kembar pun memiliki kode genetika dan garis takdir yang berbeda bukan? Yang harus dilakukan manusia adalah menemukan. Menggali lebih dalam. Kontemplasi. 

Masihkah iri dengan pencapaian orang lain? Apakah iri itu buruk? Aku rasa tidak. Iri itu wajar. Sangat manusiawi. Ketika seseorang melampui dirinya sendiri dengan menghasilkan segudang prestasi itu adalah hal yang wajar. Intensi. Tekad. Kerja keras. Kesungguhan. Doa. Hal-hal seperti itulah yang membedakan manusia rata-rata dan manusia luar biasa. Jika iri itu melecutmu menjadi semangat, gairah yang powerfull dan memberdayakanmu menuju sukses, itulah iri yang berdampak positif. Namun jika iri itu menjadikanmu sakit hati, merasa rendah diri, hina, minder, benci, itulah iri yang berbahaya. Hati-hati mengelola hati. Apalagi jika sudah muncul rasa iri.

Namun sekarang aku tidak iri pada sahabatku itu. Mungkin dulu pernah terbersit secuil rasa bernama iri. Namun aku segera menepisnya. Aku punya keyakinan bahwa aku bisa sehebat dia dengan caraku sendiri. MJ nama sahabatku itu. Miftakhul Jannah nama lengkapnya. Namun oleh teman-temannya biasa dipanggil MJ. 

MJ anak IPA. Aku anak IPS. Dia ikut kelas olimpiade kimia. Aku ikut kelas olimpiade ekonomi. Dia ranking 1 pararel se-jurusan IPA. Aku ranking 1 pararel se-jurusan IPS. Dia pernah menyabet juara 1 pada lomba mata pelajaran kimia. Aku pernah menyabet juara 1 pada lomba mata pelajaran ekonomi. Kami sama-sama menjadi delegasi sekolah pada lomba tersebut tingkat propinsi Jawa Tengah. Dia delegasi sekolah pada kompetisi bergengsi OSN Kimia. Aku juga delegasi sekolah pada kompetisi bergengsi OSN Ekonomi. Dia masuk 10 besar di OSN Kimia. Aku juara 1 OSN Ekonomi. Dia pernah ditawari oleh guru BK beasiswa penuh (semacam beasiswa etos) di UGM. Akupun demikian (beasiswa ini hanya untuk peraih prestasi terbaik dan nilai tertinggi di jurusan IPA dan IPS). Dia dihargai dan dihormati guru dan rekan di jurusan IPA. Aku dihargai dan dihormati guru dan rekan di jurusan IPS. Dia kuliah di Unnes ambil prodi kesehatan masyarakat. Aku kuliah di UNY ambil prodi akuntansi. Dan kami sama-sama mahasiswa BIDIK MISI. Aku cerita ini enggak bermaksud sombong atau pamer. Tapi ini fakta antara aku dan MJ.

Cerita ini belum selesai. Cerita ini masih berlanjut. Ikuti kisahku ...

Suatu Siang di GOR Jatidiri
Siang itu begitu terik. Kami rombongan tim supporter robot UNY tiba sekitar pukul 12.00 WIB atau mungkin malah lebih aku lupa. Rombongan ini terdiri dari mahasiswa-mahasiswa teknik elektro & mekatronika dan beberapa rekan UKM Rekayasa Teknologi. Aku satu-satunya anak akuntansi sableng yang nyasar di rombongan ini. Bukan tanpa alasan sih. Akan aku ceritakan alasannya di kisah yang lain, Cerita Yang Belum Utuh Part#3.

Sebelum memasuki ruangan GOR, kami menikmati makan siang terlebih dahulu . Enggak mewah sih. Cuma nasi bungkus, beserta kerupuk dan segelas air mineral sahaja. Sangat sederhana. Khas anak Kos. 

GOR Jatidiri Semarang, 10 Mei 2014. Tempat berlangsungnya kompetisi itu. Kontes Robot Indonesia (KRI) regional III DIY-Jateng. Final Session. Suasana ramai. Banyak pedagang makanan. Juga bis-bis yang berisi rombongan supporter dan tim robot masing-masing universitas. Mahasiswa mengelompok berdasarkan jas almamater dan juga warna kaos yang mewakili nama tim atau kampus.

Kami kemudian memasuki GOR. Kemeriahan itu sudah tampak. Masing-masing tim pendukung atau supporter dari tiap-tiap universitas meneriakkan yel-yelnya. Mendukung dan memberi semangat tim robot yang sedang bertanding. Mirip mirip fans atau supporter sepakbola gitu. Mereka mendukung tim kebanggaanya.
Segenap panitia narsis
Tim Robo Seni UNY Rosmeri (Kanan berbaju putih berkerah biru)  sedang bertanding dengan tim universitas lain.
Oh ya kuperkenalkan, nama supporter robot UNY adalah ROBOHOLICRAZY. Kalau dari UGM namanya ELEGANS singkatan dari Electro Hooligans. Dari universitas lain macam Unisula dan Unnes aku lupa namanya.
Tema kontesnya adalah TAMAN BERMAIN ANAK INDONESIA. Tuan rumah penyelenggara adalah Unissula. Ada 69 tim dari 24 universitas se-DIY Jateng yang siap bertanding. Memperebutkan tiket menuju final tingkat nasional di Yogyakarta pada tanggal 18-22 Juni 2014. alhamdulilah kampusku UNY terpilih sebagai tuan rumah di tingkat nasional. Nama-nama tim robot UNY : Maestro Evo, Mobo Evo, Al-Aadiyaat, Gareng Punk, dan Rosmeri.
www.kriunisulla2014.com
Sudah itu dulu. Cerita selesai. Belum... belum CUT CUT. Masih ada missing link. Bagian yang belum diceritakan. Oke deh lanjut.

Pada pertengahan pertandingan tiba-tiba aku pengin ke toilet. Mukaku udah kucel enggak karuan. Suaraku sudah serak. Aku juga pengin menata jilbabku yang ancur berantakan. Perutku juga rada kembung kebanyakan minum air mineral.
Muka-muka kucel, lecek, dan ancur para supporter robot ROBOHOLICRAZY
Akhirnya aku ke toilet. Fiuhhhhh lega deh rasanya. Seketika aku sedang menata jilbab, seseorang yang kukenal berdiri di sampingku menghadap cermin. Tebak siapa? Tadaaaa! Dialah MJ, temanku waktu SMA. Aku enggak nyangka lho bisa ketemu dia di sini. Suatu kebetulan yang tidak disangka-sangka. Eh bukan ding, bukan kebetulan. Itu takdir.

Kami saling tersenyum. Menyapa. Melepas kangen setelah sekian lama tak bertemu. Kami ngobrol bentar. Ternyata eh ternyata dia bisa ikut di event ini karena dia tergabung dan menjadi pengurus di UKM Riptek. Apa itu UKM Riptek? UKM Riptek adalah organisasi minat bakat mahasiswa tingkat universitas (Unnes) yang bergerak di bidang Riset, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi makanya dinamai Riptek.
Logo UKM Riptek
Oalahhhhh hahaha :D. Lha, enggak jauh beda sama aku yah? Aku bisa ikut event ini karena tergabung di UKM Rekayasa Teknologi, singkatnya Restek. UKM Restek menampung aspirasi mahasiwa tingkat universitas (UNY) di bidang rekayasa teknologi.
Logo UKM Restek
Wait, wait... ini cerita memang belum selesai. Kami memang terpisah jarak. Tapi aku yakin suatu saat nanti aku dan MJ akan dipertemukan kembali. Mungkin pada saat reuni sekolah. Saat itu kami akan ngobrol banyak hal dan tertawa-tawa mengenang masa lalu dan kekonyolan kami. Mungkin aku sudah menikah dan punya anak. Begitu pun MJ. But, siapa tahu lho aku dan MJ kelak menikah dengan anak teknik, wuihhh itu pasti akan menjadi persamaan paling konyol yang pernah kami miliki.

Cerita Belum Selesai...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar