Kamis, 19 Maret 2015

Aku dan Ilyana

Kelas Akuntansi Perbankan, Rabu 18 Maret 2015
Ilyana. Aku kenal gadis itu karena dia tergabung di UKMF Kristal, organisasi yang bergerak di bidang penelitian tingkat fakultas. Dia tergolong gadis yang Smart. Seorang aktivis organisasi. Sama kayak aku. Sering ikut kompetisi-kompetisi. Sama kayak aku. Suka dunia volunteering. Sama kayak aku. Suka nulis. Sama kayak aku. IPK cumlaude. IPK-ku juga nyaris cumlaude. Dia anak pendidikan akuntansi. Aku anak akuntansi. Dia angkatan 2012. Aku angkatan 2011. Dia dari SMK jurusan akuntansi. Aku dari SMA jurusan IPS.

Pernah suatu malam kami nongkrong bareng di gazebo fakultas ekonomi hanya untuk menggarap proposal lomba. Sekarang? Kita disatukan kembali dalam satu kelas yang sama. Kelas akuntansi perbankan. Aku malah duduk bersebelahan dengannya. 

Berhubung meinggu sebelumnya aku tidak masuk kuliah, aku mengalami ketertinggalam materi di kelas. Tema yang dibahas adalah bagaimana perhitungan hadiah pada nasabah bank dan juga metode pencatatan akuntansi baik di bank kantor pusat dan juga kantor cabang di mana si nasabah menjadi pemenang dan mendapatkan hadiahnya. 

Materi dilanjut dengan perhitungan deposito. Karena deposito memiliki karakteristik yang berbeda dengan tabungan, maka metode pencatatan akuntansinya pun berbeda dengan tabungan. Tabungan bisa diambil sewaktu-waktu. Sedangkan deposito baru bisa diambil pada saat jatuh tempo. 

Sudah diberi contoh soal, tetapi aku kok masih belum paham-paham ya. Apa karena aku lelet? Berhubung aku enggak punya buku akuntansi perbankan, aku nggabung sama Ilyana. Aku tanya-tanya bagaimana cara menghitungnya. Ilyana menjelaskan caranya. Aku sekarang paham. Padahal udah pusing pala barbie nih ceritanya enggak mudeng-mudeng. Mudeng sih, tapi cuma dikit. Selebihnya enggak mudeng. Untung ada Ilyana, aku jadi terbantu. 

Obrolan kami enggak hanya berkutat di soal-soal akuntansi perbankan. Bosen ah mbahas soal melulu. Change topic. Aku jadi ingin tahu apa yang dirasakan Ilyana ketika ikut program Pelatihan technoprenurship 2015 di Fakultas Teknik UNY. Secara dia kan anak ekonomi, tapi ketika dia bergabung dalam program kewirausahaan di bidang inovasi teknologi sensasinya pasti beda. Kalau aku sendiri karena tergabung di UKM yang bergerak di bidang rekayasa teknologi, hal-hal semacam itu bukanlah sesuatu yang WOW bagiku. Mengadakan kompetisi tingkat nasional di bidang pengembangan teknologi (semisal IT/teknologi tepat guna) adalah hal yang sudah biasa. Mengikuti program pelatihan desain dan pembuatan alat juga sudah pernah. Menjadi panitia workshop/seminar technoprenurship dan diseminasi karya teknologi tepat guna juga sudah kulakukan beberapa kali. Enggak bermaksud pamer atau sombong sih, tapi cuma mau berbagi cerita aja. Hal-hal semacam itu bukanlah sesuatu yang luar biasa bagiku karena hal tersebut telah menjadi bagian dari duniaku.

Berbeda dengan Ilyana. Mengikuti pelatihan technoprenership semacam itu adalah hal yang luar biasa baginya. Sangat berkesan. Sangat bermakna. Di situ Ilyana mendapat teman-teman baru yang kebanyakan anak teknik. Anak teknik itu, selain mereka ulet dan kreatif, mereka juga konyol dan memiliki selera humor yang tinggi. Selain itu, Ilyana mendapat semacam program mentorship dari pembicara-pembiacara keren yang sukses merintis karir di dunia technoprenurship. Di situlah letak sensasinya. Bahkan dia menceritakan pengalaman tersebut dengan berapi-api. Kulihat ada binar semangat di matanya.
Pelatihan technoprenurship ini digagas oleh Mbak Rizki Hadi Oktiavenny dan Mas Nova Suparmanto. Mereka berdua dapat dikatakan sebagai leader-nya divisi teknologi tepat guna 2012. Prestasi mereka sudah tidak diragukan lagi. Cetar membahana badai halilintar. Tidak hanya tingkat nasional saja, beberapa kali mereka ikut kompetisi tingkat internasional. Dan Juara pemirsa !!! Selain meraih medali emas di PIMNAS XXVI Mataram, mereka juga juara 2 Mandiri Young Technopreneur 2014. Dari hasil memenangkan berbagai kompetisi itu, uang hadiahnya dikumpulkan untuk merintis usaha di bidang teknoprenership. PT Multi Cipta Teknikindo yang terletak di Desa Kasihan Bantul dan bergerak dalam hal produksi kompor listrik untuk membatik adalah potret kerja keras mereka berdua.
Inovasi kompor listrik untuk batik ASTOETIK yang digagas oleh Mas Nova dan Mbak Rizki
Dari pengalaman yang diperoleh selama kuliah dan juga mengikuti berbagai kompetisi di bidang teknologi, akhirnya timbul inisiatif untuk membuat program pelatihan technopreneurship. Konsepnya serupa dengan lomba. Para peserta diminta menggarap proposal dan menuangkan ide menarik di bidang inovasi teknologi. Setelah diseleksi akan diambil 10 besar tim yang akan dibina selama seminggu penuh. Program ini berlangsung di bulan Februari 2015. Program ini dilaksanakan bertepatan dengan momentum Dies Natalis Fakultas Teknik UNY yang ke-54. Selain mendapatkan pengetahuan dan pengalaman, para finalis juga akan mendapat pendampingan serta pendanaan sebesar Rp10.000.000/tim. Menggiurkan bukan? Total dana yang dianggarkan konon lebih dari 150 juta. Wow!!! Beberapa sponsor seperti INOTEK turut mendukung program tersebut.

Kembali ke Ilyana. Tak heran api semangat itu menyala di matanya. Bersama rekan satu tim, Oby Zamizak mereka berhasil meraih juara favorit di pelatihan technoprenurship tersebut. Betapa tidak, Ilyana anak akuntansi, tetapi dia memiliki prestasi di luar bidang yang ditekuninya. Ah, anak-anak muda sangat antususias mencoba hal -hal baru. Saking asyiknya mengobrol, tak terasa waktu kuliah sudah hampir habis.

Di menit-menit terakhir Ilyana bertanya apa aku suka menulis? Ya tentu saja. Kebetulan Ilyana ikut organisasi eksternal. Dia mengajakku untuk membuat tulisan, entah itu cerpen, esai, atau puisi. Jika aku luang, aku diminta bergabung menjadi volunteer. Cuma menulis kok. Hmmm tawaran yang menarik. Beberapa saat aku terdiam. Berpikir. Kebetulan sekarang aku sedang menggarap skripsi. Aku fokus itu dulu. Aku belum bisa menerima tawaran Ilyana. Tapi terima kasih kawan, kamu sudah baik padaku.

Ilyana, kapan-kapan kita lanjut lagi yah ngobrolnya. Tapi dengan topik yang berbeda tentunya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar